hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Digandeng Dompet Dhuafa Berdayakan Ekonomi Anggota Petani

“Ruang lingkup kerja sama mencakup dukungan modal kerja, pengadaan sarana produksi secara kolektif, pendampingan budidaya, pemasaran kolektif, serta penguatan tata kelola usaha tani anggota’.

Sektor pertanian merupakan salah satu bidang usaha yang menyerap tenaga kerja cukup besar dan berperan penting dalam mewujudkan ketahanan pangan. Sebagai bagian dari solusi bangsa, Kopsyah BMI terus bergerak memberdayakan sektor ini untuk meningkatkan kesejahteraan anggota petani sekaligus memberikan efek berganda terhadap perekonomian.

Keseriusan koperasi yang dipimpin Kamaruddin Batubara, biasa disapa Kambara itu dalam pemberdayaan pertanian melalui pembentukan Komunitas Estate Padi (KEP) BMI menarik perhatian banyak pihak. Setelah PT Bayer Indonesia, kini giliran Yayasan Wirausaha Indonesia Berdaya (YWIB) Dompet Dhuafa mengajak kolaborasi dalam mengembangkan sektor pertanian.

Hal tersebut ditandai dengan  penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) kedua belah pihak di Aula Yasril Muttaqien, Kantor Pusat Koperasi BMI Group, Tangerang, 26 Agustus 2026. Melalui skema Madaya Sustainable Fund (MSF), YWIB menilai Kopsyah BMI layak menjadi salah satu mitra strategisnya.

Ketua Pengurus YWIB Dompet Dhuafa, Anna Rahnawati, menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam membangun pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. “Sinergi antara lembaga filantropi dan koperasi diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat sekaligus mengembangkan potensi ekonomi lokal,” ujar Anna.

Untuk diketahui, KEP BMI selama ini mengelola sawah wakaf BMI di Caringin, Cisoka, Kabupaten Tangerang. Ruang lingkup kerja sama Kopsyah BMI dengan YWIB mencakup dukungan modal kerja, pengadaan sarana produksi secara kolektif, pendampingan budidaya, pemasaran kolektif, serta penguatan tata kelola usaha tani anggota.

Dalam kesempatan yang sama, Kambara menjelaskan bahwa program KEP BMI sejalan dengan semangat besar Model BMI Syariah yang menempatkan pemberdayaan sebagai bagian penting dari gerakan koperasi. Menurutnya, pemberdayaan masyarakat membutuhkan proses panjang dan kerja lapangan yang tidak ringan. “Edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat membutuhkan effort luar biasa,” ujar Kambara.

Ia mencontohkan upaya tim pemberdayaan BMI dalam mendampingi masyarakat. Di Indramayu, misalnya, Muhamad Suproni, atau Roni, Manajer Pemberdayaan Kopsyah BMI bersama tim bahkan melakukan edukasi kepada para petani pada malam hari bersama teman-teman dari Bayer.

Kambara menambahkan,  dukungan YWIB melalui program MSF akan menjadi energi baru untuk memperluas dampak pemberdayaan. “Saya pastikan Ibu Anna dan tim YWIB tidak akan kecewa dan kami akan menunjukkan yang terbaik, karena ini adalah kita benar-benar saling membantu sesama. Khairunnas anfa’uhum linnas,” pungkasnya.

Kolaborasi YWIB Dompet Dhuafa dengan Kopsyah BMI merupakan perwujudan semangat pemberdayaan yang menempatkan masyarakat bukan sekadar sebagai penerima manfaat, melainkan pelaku ekonomi produktif, mandiri, dan berkelanjutan. (Dje).

pasang iklan di sini
lpdb.go.id