
PeluangNews, Jakarta — Dewan Kehormatan Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia (IMII), Dewi Motik Pramono, mengajak para muslimah Indonesia meneladani sosok Khadijah binti Khuwailid sebagai perempuan pebisnis yang sukses sekaligus memiliki akhlak mulia.
Pesan tersebut disampaikan Dewi Motik dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus wilayah IMII periode 2026–2031 di Jakarta, Jumat (22/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan seorang perempuan dalam membangun usaha maupun organisasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan bisnis, tetapi juga kejujuran, amanah, dan kerendahan hati.
“Dalam bekerja, kita harus menjaga amanah. Bahkan sebelum era globalisasi, sosok Khadijah binti Khuwailid sudah menjadi perempuan pebisnis yang luar biasa,” ujar Dewi Motik, saat berbincang singkat dengan PeluangNews.
Ia menjelaskan, Khadijah memiliki jaringan perdagangan yang luas dan dikenal karena integritasnya dalam menjalankan usaha. Salah satu sosok yang dipercaya membawa barang dagangannya, kata dia, adalah Nabi Muhammad SAW.
“Yang dilihat bukan hanya produknya, tetapi juga kejujuran dan akhlaknya,” katanya.
Dewi Motik menilai keteladanan Khadijah masih sangat relevan diterapkan perempuan masa kini, khususnya dalam membangun jejaring usaha dan organisasi perempuan.
“Kita harus tekun bekerja, tekun belajar, dan tekun berbagi. Semua orang ingin maju, maka bangunlah relasi dan komunikasi yang baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Dewi Motik juga mengingatkan pentingnya membangun organisasi dengan semangat kolaborasi, bukan persaingan.
“Nanti setelah ini kita juga akan membangun jejaring dengan berbagai organisasi. Semua organisasi harus saling mendukung sesuai bidangnya masing-masing,” ucapnya.
Ia menegaskan seorang pemimpin harus tetap rendah hati meskipun memiliki peran besar dalam organisasi. Menurutnya, kesombongan justru menjadi salah satu penyebab kegagalan seseorang.
“Kalau seseorang merasa paling hebat, biasanya justru itu yang membuatnya gagal. Kita tidak bisa berhasil sendirian tanpa bantuan orang lain,” katanya.
Dewi Motik juga menyoroti pentingnya terus belajar dan memahami makna ilmu secara mendalam, bukan sekadar membaca tanpa pemahaman.
“Alhamdulillah, kita terus belajar. Membaca bukan hanya sekadar melafalkan tulisan, tetapi juga memahami, mengevaluasi, dan menjelaskan maknanya dengan benar,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia berharap IMII dapat menjadi wadah yang mempererat persaudaraan muslimah dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya tidak pernah melihat organisasi sebagai tempat persaingan atau saling menjatuhkan. Perbedaan itu adalah rahmat, jadi jangan dibesar-besarkan hanya karena perbedaan kecil,” pungkas Dewi Motik.








