hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII hingga Agrowisata

dana bergulir LPDB puskopkar PTPN VIII
PeluangNews, Bandung – Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII memperluas bisnis untuk mengurangi ketergantungan pada perusahaan induk. Koperasi sekunder yang menaungi 43 koperasi primer itu kini mengembangkan usaha mulai dari distribusi teh dan agrowisata hingga laundry coin dan barbershop.

Sekretaris Puskopkar PTPN VIII Dina Novelia Hidayat mengatakan, selama bertahun-tahun aktivitas usaha koperasi banyak bertumpu pada ekosistem bisnis PTPN VIII, yang kini menjadi PTPN I Regional II.

Ketergantungan tersebut memang memberikan pasar yang relatif terjaga. Namun, kondisi itu juga mendorong Puskopkar mencari sumber pertumbuhan baru agar kinerja koperasi tidak ikut terdampak ketika bisnis perusahaan induk mengalami tekanan.

“Awalnya Puskopkar ini sangat tergantung dengan bisnis PTPN, sangat captive market. Harapannya kami tidak tergantung dari induk perusahaan, sehingga ketika kondisi PTPN sedang di bawah, kami tidak ikut ke bawah. Kami harus punya keranjang-keranjang lain,” ujar Dina di Bandung, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Saat ini, Puskopkar masih menjalankan bisnis angkutan produksi, termasuk mengangkut pucuk teh dari kebun menuju pabrik serta mendistribusikan produk teh jadi kepada pembeli.

Koperasi juga menjadi distributor sejumlah produk teh PTPN, seperti Walini, Goalpara, dan Gunung Mas. Pasarnya kini mulai diperluas ke segmen hotel, restoran, dan kafe (Horeka).

Selain bisnis teh, Puskopkar mengembangkan agrowisata di kawasan Ciwalini. Koperasi juga mulai merambah usaha jasa melalui laundry coin dan barbershop.

Baca Juga:KemenKop: COIN 2024 Jadi Media Strategis Koperasi di Jakarta

Diversifikasi usaha tersebut dilakukan untuk menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam sekaligus mengoptimalkan aset koperasi.

Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII hingga Agrowisata
Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII hingga Agrowisata/dok.humas

Dana Bergulir LPDB Perkuat Ekspansi

Ekspansi bisnis membuat kebutuhan permodalan Puskopkar semakin besar. Selama ini, modal internal koperasi terutama berasal dari simpanan anggota. Namun, pengembangan usaha dalam skala lebih besar membutuhkan dukungan pembiayaan tambahan.

Puskopkar telah memanfaatkan pembiayaan dana bergulir LPDB Koperasi sejak 2021. Kini, koperasi kembali mengajukan proposal pembiayaan untuk mendukung pengembangan sejumlah lini usaha, termasuk optimalisasi aset di kawasan Ciwaruga, Bandung Barat.

“Kami membutuhkan modal yang lebih besar dan dapat dipertanggungjawabkan. Dengan adanya kerja sama dengan LPDB, harapannya modal kerja kami semakin kuat sehingga bisnis bisa berkembang,” kata Dina.

Menurut dia, proses pembiayaan juga mendorong koperasi semakin tertib dalam administrasi, legalitas, tata kelola, dan manajemen risiko.

Dina menilai, penerapan tata kelola yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga ekspansi bisnis agar tetap sehat dan berkelanjutan.

“Kalau prosesnya melalui Good Corporate Governance (GCG) dan dokumen yang lengkap, justru itu menjadi pengamanan bagi kami juga,” ujarnya.

Ke depan, Puskopkar berencana mengoptimalkan aset di Ciwaruga untuk pengembangan berbagai usaha. Salah satu peluang yang tengah dipertimbangkan adalah pembangunan penginapan atau cottage.

Kawasan tersebut juga diproyeksikan menjadi lokasi kantor tetap Puskopkar sekaligus ruang pengembangan unit usaha. Dengan begitu, aset yang dimiliki koperasi diharapkan dapat memberikan nilai ekonomi yang lebih optimal.

LPDB Dorong Koperasi Lebih Mandiri

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto mengatakan, perkembangan Puskopkar PTPN VIII menunjukkan bahwa koperasi memiliki peluang untuk tumbuh ketika mampu membaca perubahan dan mengembangkan model bisnis baru.

Menurutnya, diversifikasi usaha penting bagi koperasi yang selama ini memiliki keterkaitan kuat dengan satu ekosistem bisnis. Langkah tersebut dapat memperkuat ketahanan koperasi sekaligus membuka sumber pendapatan baru. dana bergulir LPDB puskopkar PTPN VIII

“Puskopkar PTPN VIII memberikan contoh bahwa koperasi tidak harus berhenti pada bisnis yang sudah berjalan. Koperasi dapat mengembangkan usaha baru dengan tetap memanfaatkan kekuatan yang dimiliki, sekaligus membangun sumber pendapatan yang lebih beragam,” ujar Krisdianto.

Ia menegaskan, dukungan dana bergulir LPDB Koperasi tidak semata ditujukan untuk menyalurkan pembiayaan. Dana tersebut diharapkan menjadi pengungkit produktivitas dan kemandirian koperasi.

“Yang kami harapkan bukan hanya pembiayaan tersalurkan, tetapi bagaimana pembiayaan tersebut menjadi pengungkit produktivitas dan kemandirian koperasi. Ketika unit usaha berkembang, aset bertambah, dan bisnis semakin kuat, pada akhirnya manfaatnya harus kembali kepada anggota,” kata Krisdianto.

Krisdianto juga mengapresiasi komitmen Puskopkar dalam memperkuat tata kelola sekaligus mengembangkan portofolio usaha.

Menurutnya, diversifikasi bisnis harus dibarengi dengan perencanaan yang matang, manajemen risiko, serta kemampuan mengelola pembiayaan secara bertanggung jawab.

“Puskopkar sedang membangun fondasi agar koperasi memiliki lebih banyak pilihan sumber pertumbuhan. Ini sejalan dengan semangat LPDB Koperasi untuk mendorong koperasi menjadi lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya.

Dengan menaungi 43 koperasi primer dan ribuan anggota yang sebagian besar berasal dari ekosistem PTPN, Puskopkar PTPN VIII kini memperluas portofolio bisnisnya.

Dari angkutan produksi dan distribusi teh hingga agrowisata serta bisnis jasa, diversifikasi menjadi strategi Puskopkar untuk memperkuat kemandirian koperasi dan memperluas manfaat ekonomi bagi anggota. (RO)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id