hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Bantu Usaha Sei Babi Anggota Raih Omzet Jutaan

Bisnis kuliner yang awalnya dari coba-coba karena desakan ekonomi, kini sudah memiliki tiga cabang setelah disuntik modal oleh Kopdit Pintu Air.  Olahannya yang lezat membuat mantan Presiden Timor Leste, Taur Matan Ruak pernah singgah untuk mencicipi.

KSP Kopdit Pintu Air merealisasikan komitmennya untuk terus mendampingi dan memberdayakan usaha anggota. Slogan “kau susah aku bantu, aku susah kau bantu”, bukan hanya hiasan bibir tetapi diterapkan dalam tindakan. Salah satunya dialami pasangan suami istri, Agustinus Bere dan Yosanti Erabeka Gaspers.

Pasutri anggota Kopdit Pintu Air yang tinggal di Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur itu dibantu mengembangkan usaha kuliner Sei Babi Nekmataus yang dirintis sejak Maret 2019, berlokasi di depan Bandara Haliwen, Belu.  Usaha yang awalnya coba-coba itu bermula dari kondisi ekonomi sulit.

Saat itu, Yosanti memutuskan berhenti bekerja dan Agustinus memilih pensiun dini dari ASN Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Alhasil, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasutri itu bergantung pada pinjaman koperasi mingguan senilai sekitar Rp2 juta. Bahkan, untuk membeli susu anak saja Agustinus sampai harus ngojek.

Terdorong ingin mengubah nasib, mereka pun coba-coba membuat usaha sendiri, kuliner sate babi. Keterbatasan modal membuat pasutri itu hanya mampu membeli kepala babi seharga Rp250 ribu hingga Rp350 ribu untuk diolah. “Waktu itu baru buat sate babi, kemudian berkembang. Kami juga membuat nasi kotak dan menjualnya ke kantor-kantor,” ujar Yosanti.

Setelah usaha berjalan, pada suatu hari sejumlah petugas Kopdit Pintu Air datang dan makan di tempat usahanya.  Dari percakapan itu, Yosanti mendapat penjelasan tentang sistem dan manfaat keanggotaan koperasi. Ia pun mulai menabung sedikit demi sedikit hingga akhirnya dipercaya memperoleh pinjaman.

Seiring berjalannya usaha, pada 2025, akses modal yang lebih besar dari Kopdit Pintu Air memungkinkan mereka membeli bahan baku dalam jumlah signifikan.  Kini, dari satu lapak sederhana di depan Bandara Haliwen, usaha tersebut memiliki tiga cabang, termasuk di sekitar Kantor Cabang BRI Atambua dan Desa Silawaan, wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. Total 44 karyawan dipekerjakan di tiga lokasi tersebut, sebagian di antaranya mahasiswa.

Ke depan, Yosanti dan Agustinus menargetkan membuka cabang baru di Kabupaten Malaka. Reputasi usaha ini bahkan menarik perhatian sejumlah pejabat Timor Leste. Beberapa menteri dan anggota parlemen negara tetangga itu pernah berkunjung dan menikmati hidangan di tempat usahanya. “Yang paling berkesan adalah mantan Presiden dan Perdana Menteri Taur Matan Ruak. Kunjungan ini jadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ungkap Yosanti.

Menanggapi keberhasilan usaha anggotanya, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, mengungkapkan rasa bangga. Jano pun mengingatkan agar pendampingan dan pemberdayaan usaha anggota adalah kewajiban yang harus terus dikerjakan oleh pengurus dan manajemen. “Anggota adalah pemilik sah lembaga ini. Oleh karena itu, pendampingan usaha diberikan agar mereka terus berdaya,” pungkas Jano. (Van).

pasang iklan di sini
lpdb.go.id