hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Bagikan Ilmu Koperasi di IPB University

Koperasi dapat berperan multifungsi dalam penguatan sektor agribisnis baik sebagai penyedia permodalan, agregator produksi, hingga offtaker yang membeli hasil produksi.

Pengalaman dan keberhasilan-nya dalam memimpin koperasi, menjadikan Kamaruddin Batubara, Presiden Direktur Koperasi BMI Group sekaligus Direktur Utama Kopsyah BMI itu kerap diundang sebagai pembicara di berbagai forum. Salah satunya dalam kegiatan Kapita Selekta Agribisnis Sekolah Vokasi IPB University bertema “Peran Koperasi dalam Memperkuat Sektor Agribisnis” yang diselenggarakan pada 23 Mei 2026 di Bogor.

Pria yang biasa disapa Kambara itu tampil bersama Kaharuddin Sholeh, Analisis Pasar Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Suwandi selaku Sekjen Kementerian Pertanian dihadapan sekitar 350 mahasiswa dan dosen agribisnis IPB University. Forum tersebut juga menjadi sarana pembelajaran koperasi sebagai teaching factory di lingkungan kampus.

Menurut Kambara, Kopsyah BMI selain hadir sebagai lembaga simpan pinjam yang berorientasi bisnis juga berorientasi memberikan manfaat bagi masyarakat. “Koperasi hadir sebagai mitra pemberdayaan, wadah gotong royong ekonomi, sekaligus sarana perjuangan dan penguatan ekonomi masyarakat,” ujar Kambara.

Hal tersebut bukan hanya slogan kosong tetapi mewujud dalam kegiatan Koperasi BMI Group. Sebagai salah satu koperasi besar berprestasi, koperasi ini mengimplementasikan Model BMI Syariah dalam aktivitasnya. Selain aspek ekonomi, terdapat aspek pendidikan, kesehatan, sosial dan spiritual yang menjadi kepedulian utama.

Kambara menambahkan, koperasi memiliki sejumlah fungsi strategis dalam mendukung penguatan agribisnis masyarakat. Pertama, sebagai penyedia permodalan melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, fleksibel, dan sesuai dengan karakter usaha agribisnis. Kedua, sebagai agregator produksi yang menghimpun dan mengonsolidasikan hasil produksi anggota agar memiliki skala usaha, kualitas, dan daya saing yang lebih kuat.

“Koperasi juga dapat berperan sebagai offtaker produksi dengan menyerap, membeli, dan menyalurkan hasil produksi anggota sehingga masyarakat memiliki kepastian pasar,” tegasnya.

Kambara yang juga alumnus IPB Univeristy itu juga menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam pembangunan agribisnis nasional. Ia menyebut mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agent of change, pendamping masyarakat dan petani, pengembang inovasi agribisnis, penggerak koperasi dan ekonomi desa, hingga social entrepreneur.

Ilmu tentang perkoperasian dalam mengelola agribisnis telah dibagikan setidaknya kepada 350 peserta acara tersebut. Kini, ditunggu aksi lanjutan dari IPB University agar pengetahuan berbasis pengalaman empirik itu tidak hanya berhenti di ruang-ruang kelas bak menara di atas gading yang berjarak dengan realitas. (Dje)

pasang iklan di sini
octa vaganza