“Produk Pegadaian Syariah selain layanan gadai juga ada pembiayaan umrah dan haji, KUR syariah, pembiayaan berbasis fidusia dan pembiayaan dengan agunan sertifikat tanah. Produk ini semakin bertaji”.

PT Pegadaian (Persero) memacu bisnisnya melalui inovasi produk pembiayaan, termasuk segmen syariah. Produk berbasis bagi hasil itu membuat masyarakat memiliki alternatif dalam mengakses produk dan layanan Pegadaian. Dalam perkembangannya, bisnis syariah ini semakin digemari oleh konsumen.
Direktur Jaringan dan Operasi Pegadaian, Eka Pebriansyah mengatakan, saat ini portofolio bisnis syariah Pegadaian telah mencapai sekitar 20 persen dari total portofolio perusahaan.
“Pengembangan bisnis syariah didukung oleh jaringan Pegadaian yang tersebar di seluruh Indonesia,” ujar Eka saat ditemui Peluang, dalam acara Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 di Jakarta, 20 Agustus 2026.
Untuk diketahui, mengutip Laporan Keuangan Publikasi PT Pegadaian, per Juni 2026, aset Pegadaian Syariah mencapai Rp26,28 triliun, atau 14% dari total aset Pegadaian sebesar Rp186,33 triliun. Pendapatan segmen syariah sebesar Rp2,85 triliun, atau 4% dari total pendapatan sebesar Rp67,27 triliun. Laba bersih segmen syariah sebesar Rp1,22 triliun, atau berkontribusi 18% terhadap total laba bersih yang mencapai Rp6,59 triliun.
Tabel Kinerja Pegadaian Konvensional vs Syariah per Juni 2026
(dalam juta rupiah)
| Uraian | Konvensional | Syariah | Total | Portofolio Syariah |
| Aset | 160.051.582 | 26.279.014 | 186.330.596 | 14% |
| Liabilitas | 126.512.682 | 15.804.300 | 142.316.982 | 11% |
| Pendapatan Usaha | 64.417.156 | 2.852.034 | 67.269.190 | 4% |
| Beban Usaha | (56.801.454) | (1.632.998) | (58.434.452) | 3% |
| Pendapatan Lain-lain | 37.374 | 86 | 37.460 | 0% |
| Laba Sebelum Pajak | 7.653.076 | 1.219.122 | 8.872.198 | 14% |
| Beban Pajak Penghasilan | (2.276.254) | – | (2.276.254) | 0% |
| Laba bersih | 5.376.822 | 1.219.122 | 6.595.944 | 18% |
Sumber: Laporan Keuangan Publikasi PT Pegadaian, Juni 2026.
Saat ini, Pegadaian memiliki sekitar 4.800 outlet yang diperkuat jaringan agen. Produk Pegadaian Syariah tidak hanya terbatas pada layanan gadai. Perusahaan juga menyediakan pembiayaan untuk kebutuhan umrah dan haji, pembiayaan usaha, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis syariah. Selain itu, pembiayaan berbasis fidusia dan pembiayaan dengan agunan sertifikat tanah.
Eka optimistis prospek bisnis syariah Pegadaian masih terbuka lebar. Menurutnya, layanan keuangan syariah tidak hanya diminati masyarakat muslim, tetapi juga mulai digunakan oleh masyarakat nonmuslim.
“Produk syariah ini bukan hanya dikonsumsi atau digunakan oleh masyarakat muslim saja. Banyak sekali produk-produk kita yang juga digunakan oleh masyarakat nonmuslim,” ujarnya.
Dia menilai salah satu daya tarik produk syariah terletak pada skema perhitungan dan akad yang dinilai lebih jelas. Faktor tersebut menjadi salah satu alasan produk Pegadaian Syariah dapat diterima oleh masyarakat dengan latar belakang yang beragam.
Karena itu, Pegadaian juga terus memperkuat edukasi dan literasi kepada masyarakat mengenai produk serta layanan syariah. “Kami juga memiliki tugas untuk melakukan literasi kepada seluruh lapisan masyarakat berkaitan dengan produk-produk Pegadaian Syariah,” kata Eka.
Selain memperkuat pembiayaan syariah, Pegadaian juga menyiapkan program Umrah Akbar yang rencananya memberangkatkan sekitar 400 jemaah pada awal Oktober 2026. Program tersebut akan melibatkan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia. Titik keberangkatan di antaranya Jakarta, Surabaya, Makassar, Kalimantan, dan Palembang.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Pegadaian untuk memperluas pemanfaatan produk dan layanan syariah sekaligus memberikan akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, keterlibatan Pegadaian dalam EKSiS 2026 menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat literasi keuangan syariah. Melalui kegiatan edukasi dan interaksi langsung dengan masyarakat, Pegadaian berharap pemahaman terhadap produk keuangan syariah semakin luas.
“Pegadaian menjadi bagian dalam kegiatan ini. Kami turut berpartisipasi untuk memberikan edukasi terkait Pegadaian Syariah. Kegiatan seperti ini memang rutin kami lakukan di berbagai kota bersama OJK,” pungkasnya. (Rth & Dje).





