hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Pemerintah Perluas Irigasi Air Tanah, Dongkrak Produktivitas Petani Rote Ndao

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung salah satu lokasi penerima manfaat JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung salah satu lokasi penerima manfaat JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.

PeluangNews, Rote Ndao – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat pembangunan infrastruktur sumber daya air di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.

Salah satu langkah yang didorong adalah pengembangan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama ini mengandalkan lahan pertanian tadah hujan.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, meninjau langsung salah satu lokasi penerima manfaat JIAT di Desa Lekunik, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Sabtu (30/5/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan infrastruktur yang telah dibangun mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah terdepan Indonesia.

Menurut Menteri Dody, pembangunan JIAT merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian, terutama di daerah yang rentan mengalami kekurangan pasokan air saat musim kemarau.

“Melalui JIAT ini, kita ingin memastikan ketersediaan air sehingga produktivitas pertanian meningkat dan ketahanan pangan semakin kuat,” kata Menteri Dody.

Dalam peninjauan tersebut, Menteri Dody meminta agar pengembangan JIAT di Rote Ndao tidak hanya berfokus pada pembangunan sumur bor dan pompa air tanah. Ia menekankan pentingnya pembangunan jaringan saluran tersier yang disesuaikan dengan kondisi morfologi lahan agar distribusi air dapat menjangkau area pertanian secara lebih efektif.

Selain itu, ia juga mendorong penggunaan sumber energi yang lebih efisien untuk operasional sistem irigasi, termasuk pemanfaatan panel surya pada lokasi yang memungkinkan. Langkah tersebut dinilai dapat menekan biaya operasional pompa sekaligus meningkatkan keberlanjutan layanan irigasi di kawasan terpencil.

Infrastruktur JIAT di Desa Lekunik dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai investasi sebesar Rp1,5 miliar. Fasilitas tersebut memiliki debit air mencapai 9 liter per detik dan saat ini mampu melayani sekitar 10 hektare lahan pertanian.

Keberadaan jaringan irigasi tersebut menjadi penting mengingat Kecamatan Lobalain memiliki sekitar 1.395 hektare lahan sawah. Pada musim tanam kedua, ketersediaan air dari sumber permukaan kerap menurun sehingga air tanah menjadi alternatif utama bagi petani untuk menjaga produktivitas lahan.

Karena itu, Menteri Dody meminta pengembangan JIAT ke depan dilakukan secara lebih terintegrasi melalui pemetaan kebutuhan air pada seluruh kawasan pertanian potensial di Rote Ndao. Dengan perencanaan yang matang, pembangunan sumur-sumur baru dapat dilakukan secara bertahap dan tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Pengembangan JIAT ke depan perlu dilakukan secara terintegrasi dengan pemetaan kebutuhan air pada seluruh kawasan pertanian potensial di Rote Ndao agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui pembangunan JIAT dan berbagai infrastruktur sumber daya air lainnya, Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk meningkatkan layanan dasar, memperkuat produktivitas pertanian, dan mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah 3T.

Pengembangan irigasi air tanah di Rote Ndao juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional.

 

 

pasang iklan di sini
octa vaganza