
PeluangNews, Jakarta – Pengabdian almarhum Irsyad Muchtar dalam mengawal gerakan koperasi Indonesia kembali dikenang melalui peluncuran buku Perspektif: Bunga Rampai Opini 2015–2026 di Auditorium Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Buku yang menghimpun puluhan tulisan pilihan Irsyad selama lebih dari satu dekade itu diharapkan menjadi referensi sekaligus sumber inspirasi bagi insan koperasi dan generasi penerus.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, mengenang Irsyad sebagai sosok yang rendah hati, sederhana, namun memiliki dedikasi luar biasa dalam memperjuangkan koperasi melalui media.
“Saya mengenal Pak Irsyad sudah kurang lebih 15 tahun. Beliau orang yang humble, sederhana, dan bersahabat dengan semua orang, baik menteri maupun staf. Terakhir kami bersama dalam acara ekspor koperasi dan UMKM, dan saya melihat semangat beliau begitu besar untuk memperkenalkan koperasi,” ujar Henra.
Menurutnya, semangat yang diwariskan Irsyad tidak boleh berhenti. Ia menilai media memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan berbagai keberhasilan gerakan koperasi kepada masyarakat.
“Saya titip kepada Bu Yuni (Direktur Peluang Media Group) dan Pak Drajat (Pemimpin Redaksi Majalah Peluang), jangan sampai semangat itu berkurang. Hanya melalui media berbagai keberhasilan koperasi dapat dipublikasikan secara luas. Kalau semangat Pak Irsyad surut, tentu sangat disayangkan,” katanya.
Henra menambahkan, buku Perspektif bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan rekam jejak pemikiran, pandangan, dan harapan Irsyad mengenai masa depan koperasi Indonesia.
“Isi buku ini menggambarkan bagaimana beliau memandang koperasi agar terus berkembang menjadi lebih baik. Mari kita terus menjaga semangat untuk memajukan koperasi Indonesia,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Founder Kelompencapir Club Discussion sekaligus notaris, Dewi Tenty Septi Arianty, mengaku kehilangan sosok yang selama ini menjadi perekat berbagai kalangan yang peduli terhadap perkembangan koperasi.
“Bagi kami, almarhum Pak Irsyad adalah perekat. Beliau yang mempertemukan kami dengan dunia koperasi dan menyatukan banyak orang yang memiliki kepedulian terhadap gerakan koperasi,” tutur Dewi.
Dewi mengatakan, melalui Kelompencapir Club Discussion, dirinya bersama sejumlah notaris aktif berdiskusi untuk memberikan kontribusi terhadap pengembangan koperasi. Menurutnya, Irsyad selalu mendorong agar koperasi menjadi isu yang dibicarakan oleh berbagai kalangan, tidak hanya terbatas pada komunitas tertentu.
Ia juga mengenang komunikasi terakhirnya dengan Irsyad sebelum sang jurnalis senior jatuh sakit. Saat itu, Irsyad masih memberikan dukungan terhadap rencana peluncuran buku yang tengah dipersiapkannya.
“Beliau bahkan sempat berkata, setelah buku saya terbit, kami harus membuat buku bersama, buku Irsyad dan DT. Keinginan itu kini mungkin tidak akan pernah terwujud. Saya juga tidak akan pernah menghapus percakapan WhatsApp saya dengan beliau karena setiap komunikasi adalah pembelajaran tentang koperasi,” ungkap Dewi.
Peluncuran buku Perspektif: Bunga Rampai Opini 2015–2026 menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi Irsyad Muchtar yang selama bertahun-tahun konsisten menyuarakan isu perkoperasian, ekonomi, politik, dan hukum melalui tulisan-tulisannya.
Buku tersebut menghimpun 83 tulisan pilihan yang diseleksi dari lebih dari 100 artikel yang ditulis sejak 2015 hingga 2026, sekaligus menjadi warisan intelektual yang diharapkan terus menginspirasi penguatan gerakan koperasi nasional.








