hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kopindosat Kukuhkan Diri sebagai Koperasi Digital Berkelanjutan

Kopindosat meraih Best Cooperatives Sustainability Award 2026 kategori Koperasi Menengah–Layanan Digital Terbaik. Foto: Peluang
Kopindosat meraih Best Cooperatives Sustainability Award 2026 kategori Koperasi Menengah–Layanan Digital Terbaik. Foto: Peluang

PeluangNews, Jakarta-Masifnya percepatan transformasi digital nasional, memperkuat posisi Koperasi Pegawai Indosat (Kopindosat) sebagai koperasi modern dengan membukukan kinerja positif sekaligus memperluas investasi di sektor infrastruktur digital. Tidak hanya itu, langkah tersebut turut mengantarkan Kopindosat meraih Best Cooperatives Sustainability Award 2026 kategori Koperasi Menengah–Layanan Digital Terbaik, yang diselenggarakan Peluang Media Group di Auditorium Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Ketua Pengurus Kopindosat, Wahono. Capaian itu menjadi pengakuan atas konsistensi koperasi dalam membangun layanan digital yang berkelanjutan sekaligus memperkuat model bisnis berbasis sektor riil.

Di balik penghargaan tersebut, Kopindosat juga mencatatkan pemulihan kinerja yang solid. Setelah menghadapi tekanan pada salah satu anak usaha pada tahun sebelumnya, seluruh entitas dalam Grup Kopindosat kembali membukukan keuntungan sepanjang 2025.

“Pada 2025 seluruh entitas dalam Grup Kopindosat, baik Kopindosat, Persada, JST, maupun anak-anak perusahaan lainnya, kembali mencatatkan kinerja positif. Jadi seluruh grup kembali membukukan keuntungan,” ujar Wahono kepada PeluangNews, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laporan kinerja, Kopindosat Group membukukan laba sebesar Rp5,8 miliar pada 2025. Hingga akhir tahun, jumlah anggota koperasi mencapai 2.652 orang. Sementara itu, aset koperasi induk telah menembus Rp400 miliar, sedangkan total aset grup, termasuk seluruh anak perusahaan, mencapai sekitar Rp600 miliar.

Menurut Wahono, strategi diversifikasi usaha menjadi fondasi penting untuk menjaga keberlanjutan bisnis koperasi di tengah dinamika industri. Selama ini, mayoritas pelanggan Kopindosat berasal dari sektor telekomunikasi. Namun, perusahaan kini mulai memperluas pasar ke sektor energi, pertambangan, dan pupuk.

“Kami merupakan koperasi yang bergerak di sektor riil. Selama ini pelanggan kami didominasi telekomunikasi, namun ke depan kami memperluas ke sektor migas, pertambangan, dan industri pupuk,” katanya.

Ekspansi tersebut diwujudkan melalui sejumlah proyek strategis, antara lain proyek compressed natural gas (CNG) di Jawa Barat dan Jawa Tengah, kerja sama sektor pupuk di Kalimantan Timur bersama PSE dan PKT, serta proyek pertambangan batu bara di Kalimantan melalui kemitraan dengan PT WIS untuk proyek PT BAUMA.

Di sektor ritel, Kopindosat juga mulai mengembangkan lini usaha baru melalui pembukaan gerai Kopi Kenangan di kawasan Kebagusan, Jakarta Selatan. Sementara di bidang telekomunikasi, perusahaan memperkuat bisnis afiliasi melalui proyek BTS Recovery yang dijalankan PT JST.

Meski memperluas portofolio bisnis, Kopindosat tetap menjadikan infrastruktur digital sebagai pilar utama pertumbuhan. Salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan adalah pembangunan jaringan fiber optic backbone sepanjang 4.683 kilometer yang memanfaatkan jalur rel kereta api, disertai pengembangan layanan FTTH Internet Rakyat (IRA).

Menurut Wahono, proyek backbone tersebut tidak hanya menjadi mesin pertumbuhan baru bagi koperasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemerataan akses internet di berbagai wilayah Indonesia.

Pengembangan proyek itu mendapat dukungan pembiayaan dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB). Hingga saat ini, total fasilitas pembiayaan yang diterima Kopindosat mencapai sekitar Rp300 miliar, termasuk tambahan pembiayaan sebesar Rp80 miliar.

“Top up terakhir sekitar Rp80 miliar digunakan untuk mendukung proyek pembangunan backbone internet murah yang memperluas konektivitas di wilayah yang belum terjangkau,” ujarnya.

Sejalan dengan strategi penguatan bisnis, Kopindosat juga melakukan penataan portofolio melalui divestasi PT Persada kepada INET. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan fokus usaha sekaligus memperkuat efisiensi operasional.

Wahono menegaskan bahwa ekspansi bisnis yang dijalankan tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kinerja keuangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku usaha lokal.

“Proyek backbone ini memberikan nilai tambah yang besar, tidak hanya bagi koperasi tetapi juga masyarakat. Ada penyerapan tenaga kerja dan keterlibatan UMKM di dalamnya,” pungkas Wahono.

pasang iklan di sini
octa vaganza