hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Aroma Pecel Tumpang Sidoarjo, Jalan Umi Yati Tumbuh Bersama Pintu Air

Aroma Pecel Tumpang Sidoarjo, Jalan Umi Yati Tumbuh Bersama Pintu Air
Anggota Kopdit Pintu Air Umi Yati, di depan lapaknya pecel tumpang Sidoarjo, Jawa Timur/dok.Peluangnews.id

PeluangNews, Sidoarjo – Setiap pagi, aroma sambal tumpang mengepul dari sebuah sudut di Tropodo, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Di tempat sederhana itu, Umi Yati dan suaminya, Edi Supriyanto, memulai hari dengan rutinitas yang sama: menyiapkan nasi pecel, lauk-pauk, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.

Bagi sebagian orang, warung kecil mungkin hanya tempat sarapan sebelum berangkat kerja. Namun bagi pasangan suami istri ini, warung tersebut adalah ruang perjuangan yang menopang ekonomi keluarga sejak bertahun-tahun lalu.

Di balik kepulan uap dari panci pecel tumpang, ada kisah tentang disiplin, kerja keras, dan peran koperasi yang perlahan mengubah hidup mereka.

Sejak bergabung sebagai Anggota Pintar KSP Kopdit Pintu Air pada 2017, usaha kuliner yang mereka jalankan mulai bertumbuh lebih terarah. Hubungan mereka dengan koperasi bukan sekadar urusan pinjam-meminjam, melainkan kemitraan yang memberi rasa tenang dalam menjalankan usaha kecil sehari-hari.

“Dari hasil jualan harian, kami sisihkan Rp150 ribu untuk ditabung,” tutur Umi Yati saat menerima kunjungan Pengurus Area Luar NTT, Vinsensius Deo, dan Top Manajemen Area Luar NTT, Abdul Rahman Nau, Senin (26/5/2026).

Uang itu dimasukkan ke dalam Simpanan Bunga Harian (SBH). Cara sederhana tersebut ternyata menjadi strategi penting bagi keberlangsungan usaha mereka. Tabungan harian itu bukan hanya simpanan, tetapi juga dipersiapkan untuk membayar cicilan pinjaman usaha setiap akhir bulan.

Saat waktunya tiba, saldo tabungan langsung terpotong otomatis untuk angsuran. Tidak ada lagi kepanikan mencari uang mendadak ketika jatuh tempo datang.

“Jadi tidak bingung lagi cari uang angsuran. Karena tiap hari sudah menabung,” kata Umi Yati sambil tersenyum. pecel tumpang sidoarjo

Baca Juga: Didukung Kopsyah BMI, Suryati Geluti Bisnis Camilan hingga Batik Ecoprint

Bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya, sistem itu terasa sangat membantu. Modal usaha tetap berputar, sementara kebutuhan cicilan tetap aman terkendali.

Aroma Pecel Tumpang Sidoarjo, Jalan Umi Yati Tumbuh Bersama Pintu Air
dok.peluangnews.id

Pasangan ini tercatat sudah tiga kali memperoleh akses pinjaman modal usaha dari koperasi. Pinjaman tersebut digunakan untuk menopang dan mengembangkan usaha kuliner mereka agar tetap bertahan di tengah kebutuhan hidup yang terus meningkat.

Namun yang membuat Umi Yati bertahan bersama Pintu Air bukan hanya soal akses modal. Ada faktor lain yang menurutnya jauh lebih penting: kemudahan dan kedekatan pelayanan.

“Soalnya dekat dengan tempat usaha kami. Kalau pinjam juga tidak ribet. Disesuaikan dengan jumlah saham yang kita punya,” ujarnya.

Bagi pedagang kecil, proses yang sederhana sering kali menjadi penentu. Mereka tidak punya banyak waktu menghadapi prosedur panjang atau administrasi berbelit. Karena itulah, kehadiran koperasi yang mudah dijangkau menjadi sangat berarti.

Di sela kunjungan tersebut, Umi Yati juga menyuguhkan langsung Pecel Tumpang buatannya kepada rombongan dari kantor pusat. Dengan penuh kehangatan, ia berharap masakannya bisa diterima oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur, tanah kelahiran koperasi yang kini berkembang hingga berbagai daerah di Indonesia.

Ada kebanggaan sederhana dalam ucapannya. Sebab bagi pelaku UMKM, setiap hidangan yang dinikmati pelanggan bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang penghargaan terhadap perjuangan mereka. pecel tumpang sidoarjo

Kini, Umi Yati dan Edi Supriyanto merasa kehidupan keluarganya jauh lebih terbantu dibanding sebelumnya. Usaha yang dulu dijalani sekadar untuk bertahan hidup, perlahan mulai memberi ruang untuk bermimpi lebih besar.

“Kami sangat terbantu dengan bergabung di Pintu Air,” ujar Umi Yati.

Ia berharap ke depan tetap dipercaya mendapatkan akses pinjaman agar usaha mereka terus berkembang.

Harapan serupa juga disampaikan Pengurus Pintu Air Area Luar NTT, Vincensius Deo. Menurutnya, koperasi hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai rumah bersama yang bertujuan membantu anggota mencapai kemandirian ekonomi.

“Kemajuan anggota adalah kemajuan koperasi,” katanya.

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tetapi di warung kecil pecel tumpang milik Umi Yati dan Edi Supriyanto, maknanya terasa nyata setiap hari. (Aji)

pasang iklan di sini
octa vaganza