hayed consulting
hayed consulting
umkm insigh

Menkop Dorong Pengrajin Tenun Toraja Lewat Koperasi

Menkop Ferry Juliantono.
Menkop Ferry Juliantono dan Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg. 

PeluangNews, Tana Toraja — Kain tenun Toraja didorong untuk tidak hanya bertahan sebagai warisan budaya dan busana adat, tetapi juga bertransformasi menjadi produk fashion modern yang mampu bersaing hingga ke pasar global.

Pemerintah pun melihat koperasi sebagai salah satu kunci untuk membawa kreativitas para pengrajin naik kelas menjadi kekuatan ekonomi masyarakat.

Dorongan tersebut disampaikan Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono saat menghadiri penutupan ajang Pesona Tenun dan Budaya Toraja 2026 di Pasar Seni Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Sabtu malam (29/8).

“Kain tenun Toraja, yang bukan sekadar hasil karya, tetapi bagian dari identitas, warisan, sekaligus potensi ekonomi yang patut terus kita kembangkan,” ujar Menkop.

Menkop mengungkapkan pergeseran tren di mana kain tenun kini tidak lagi dipandang secara kaku atau sebatas busana adat tradisional semata.

“Tenun Nusantara telah mentransformasi diri menjadi karya fashion yang modern, segar, serta makin dekat dengan generasi muda,” paparnya.

Oleh sebab itu, Menkop mendorong agar para pengrajin memanfaatkan koperasi sebagai wadah konsolidasi untuk meningkatkan skala usaha hingga memperluas akses pasar.

Ia menyoroti bagaimana para pengrajin tenun yang memiliki kemampuan serta produk yang mumpuni, namun terbentur hambatan kapasitas produksi, permodalan/pembiayaan, konsistensi mutu, hingga akses pemasaran.

Selain mendorong pengrajin tenun untuk membentuk koperasi, Menkop juga mendorong terbentuknya Koperasi Kopi Tana Toraja sebagai wadah konsolidasi para pelaku usaha kopi.

“Melalui koperasi, potensi kopi Toraja diharapkan dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk,” ucap Menkop.

Selain itu, LPDB Koperasi siap mendampingi koperasi yang terbentuk, termasuk dalam penguatan usaha dan akses pembiayaan, sehingga komoditas unggulan Tana Toraja dapat semakin berdaya saing dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

“Koperasi hadir untuk menjembatani karya dengan pasar, agar kreativitas tidak berhenti menjadi karya, tetapi tumbuh menjadi usaha dan kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat,” tambah Ferry.

Sementara, Bupati Tana Toraja, Zadrak Tombeg, menegaskan bahwa industri tenun lokal kini menjadi sektor yang sangat menjanjikan bagi masa depan ekonomi kerakyatan.

Ia mengaku optimistis melihat antusiasme generasi muda yang mulai terjun dan mencintai dunia pertenunan. Menurutnya, keterlibatan anak muda adalah indikator kuat bahwa ekonomi kreatif di Tana Toraja akan terus berkembang pesat.

“Tenunan bukan lagi sekadar warisan, tapi mesin penggerak ekonomi,” ungkap Bupati.

Turut hadir pada acara tersebut adalah Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg, Wakil Bupati Tana Toraja Erianto Laso’ Paundanaan, Staf Khusus Menkop Wahyono, Direktur Utama LPDB Krisdianto, Ketua Tim Penggerak PKK/Dekranasda Tana Toraja Erni Yetti serta jajaran pemerintah Kabupaten Tana Toraja, dan Forkopimda.(Aji)

pasang iklan di sini
lpdb.go.id