
PeluangNews, Jakarta – Masjid Istiqlal secara terstruktur menyalurkan 10.728 bungkus daging kurban kepada 52 yayasan, 87 masjid, DKM, dan majelis taklim, serta 41 lembaga.
Selain itu, daging kurban juga disalurkan kepada 104 perwakilan RT/RW dan komunitas binaan Masjid Istiqlal. Penerima manfaat daging kurban masjid itu tersebar di wilayah Jabodetabek hingga beberapa daerah di Jawa Barat.
Pola distribusi tersebut dilakukan untuk menghindari penumpukan massa di kawasan Masjid Istiqlal.
Pada Adha 1447 Hijriah atau 2026 Masehi ini, Masjid Istiqlal menerima 65 ekor sapi dan 13 ekor kambing. Penyembelihan hewan kurban tersebut berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Dari total hewan kurban itu, terdapat sapi kurban dari Presiden Prabowo Subianto bernama si Loreng dengan berat 1,3 ton dan sapi dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bernama Wirabumi seberat 1,2 ton.
Daging kurban dikemas menjadi 10.728 bungkus dengan berat masing-masing 1 kilogram untuk disalurkan kepada penerima manfaat.
Menteri Agama Nasaruddin Umar, pada laman kementeriannya menyebutkan, penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal dilakukan dengan memperhatikan ketentuan syariat dan kesejahteraan hewan atau animal welfare.
Menurut Nasaruddin, proses pemotongan hewan kurban di Istiqlal menjadi model percontohan bagi masjid-masjid lain di Indonesia.
Pemotongan hewan kurban tersebut dikawal langsung oleh sekitar 50 petugas dari tim Juru Sembelih Halal Amanah RPH (Rumah Potong Hewan).
“Semuanya di sini serba standar. Pertama, sunat-sunatnya kita perhatikan, kepalanya menghadap ke kiblat. Badannya dibersihkan terlebih dahulu agar tidak ada najis yang melekat pada daging yang diberikan kepada jemaah,” kata Menag.
Dia mengingatkan panitia agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi menyiksa hewan kurban.
Salah satu larangan yang ditekankan adalah menguliti hewan sebelum benar-benar terkonfirmasi mati.
“Tidak boleh menyiksa binatang menjelang dipotong. Biarkan mati dulu,” ujar Nasaruddin, menandaskan.
Dikatakan pula bahwa, penyembelihan hewan kurban di Masjid Istiqlal dipastikan dilakukan dengan prinsip ramah lingkungan. Menag meminta panitia menjaga kebersihan kawasan masjid selama proses penyembelihan hingga distribusi berlangsung.
Ia menekankan pentingnya target zero accident dalam pelaksanaan pemotongan hewan kurban.
Sementara itu, Ketua Panitia Idul Adha 1447 H Mas’ud Halimin menegaskan, seluruh panitia dan tim lapangan berkomitmen mematuhi Standar Operasional Prosedur atau SOP secara ketat.
Pengelolaan limbah dari sisa pemotongan hewan kurban dilakukan secara terpusat dan hati-hati. Langkah tersebut dilakukan agar limbah kurban tidak mencemari lingkungan, terutama aliran sungai di sekitar Masjid Istiqlal.
Pengelolaan itu juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian alam dan kebersihan kawasan masjid. []








