
PeluangNews, Bekasi-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat pembangunan kembali Jembatan Kemang Pratama di Kota Bekasi, Jawa Barat, yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat banjir. Proyek ini menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memulihkan konektivitas masyarakat sekaligus memperlancar akses antara Tol Bekasi Barat dan Tol Jatiasih.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan kembali jembatan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas masyarakat, khususnya di kawasan perkotaan yang memiliki tingkat mobilitas tinggi.
“Jembatan ini dibangun untuk memangkas waktu tempuh, menurunkan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Manfaatnya harus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dody.
Jembatan Kemang Pratama mengalami kerusakan pada bagian abutmen setelah tergerus aliran air saat curah hujan tinggi melanda wilayah Bekasi pada Maret 2025. Kerusakan tersebut menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di kawasan Bekasi Selatan dan sekitarnya, termasuk akses menuju kawasan permukiman, pusat kegiatan ekonomi, hingga jalan tol.
Meski merupakan aset yang berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Bekasi, penanganan pembangunan kembali jembatan dilakukan oleh pemerintah pusat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat. Langkah ini diambil untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital yang berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari.
Keberadaan Jembatan Kemang Pratama memiliki peran penting dalam mendukung pergerakan orang dan barang di wilayah Bekasi. Selain menghubungkan kawasan permukiman padat penduduk, jembatan ini juga menjadi akses strategis menuju jaringan jalan tol yang menunjang aktivitas komuter dan distribusi logistik.
Dalam pembangunan ulangnya, jembatan menggunakan struktur steel box girder pada bentang utama sepanjang 78 meter. Sementara konstruksi bangunan bawah memanfaatkan pondasi borepile berdiameter 80 sentimeter dengan beton struktur FC’30 untuk meningkatkan ketahanan terhadap beban lalu lintas yang tinggi.
Total panjang penanganan proyek mencapai 410 meter dengan lebar jembatan 7 meter. Selain bentang utama, pekerjaan juga mencakup pembangunan oprit pada kedua sisi jembatan, yakni Oprit A1 sepanjang 20 meter dan Oprit A2 sepanjang 230 meter. Pemasangan struktur utama telah selesai dilakukan dan kini pekerjaan memasuki tahap penyelesaian akhir.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian rigid pavement untuk oprit dan jalan pendekat serta pengaspalan bentang utama jembatan. Pembangunan dilaksanakan melalui skema Multi Years Contract (MYC) selama 300 hari kalender sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada Agustus 2026.
Berdasarkan data per 28 Mei 2026, progres pekerjaan telah mencapai 92,91 persen, lebih tinggi dibanding target rencana sebesar 85,96 persen atau mengalami deviasi positif 6,95 persen. Sementara progres pekerjaan tahun berjalan 2026 tercatat sebesar 92,06 persen, melampaui target 84,06 persen dengan deviasi positif 7,97 persen.
Di tengah pelaksanaan konstruksi yang berada di kawasan padat perkotaan, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan masyarakat sekitar untuk memastikan kelancaran lalu lintas selama proyek berlangsung.
Sejumlah rekayasa lalu lintas juga diterapkan, mulai dari pengalihan kendaraan dari arah Jatiasih dan Galaxy menuju Kemang Pratama melalui Jalan Ki Ijon Bin Beih menuju Simpang PPI, pengaturan akses keluar-masuk Perumahan Kemang Pratama melalui Gerbang Kemang Pratama 3 di Jalan Siliwangi, hingga pengalihan arus kendaraan dari arah Pekayon menuju Galaxy dan Jatiasih melalui Bundaran Kemang Pratama.
Dengan progres yang telah melampaui target dan pekerjaan yang memasuki tahap akhir, Jembatan Kemang Pratama diharapkan segera kembali berfungsi penuh untuk mendukung mobilitas warga serta memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di Kota Bekasi.








