
PeluangNews, Jakarta – Harga bahan bakar minyak (BBM) baik Pertamina maupun swasta kompak tidak mengalami perubahan per Sabtu 10 Oktober 2026. Seluruh harga stabil meski harga minyak dunia naik.
Untuk BBM subsidi, Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter. Pemerintah memastikan harga subsidi ini tidak berubah hingga akhir 2026.
Untuk BBM Pertamina non-subsidi wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya dengan PBBKB 5%, Pertamax Rp15.950, Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing stabil.
Sementara wilayah Riau, Pertamax Rp16.650, Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750 dan Pertamina Dex Rp26.300 per liter.
BBM swasta BP-AKR, Shell Indonesia, dan Vivo Energy juga tidak berubah. Vivo Revvo 95 bertahan di Rp19.330 per liter setelah naik dari Rp16.760 di September.
Rinciannya, BP 92 Rp16.130, Vivo Revvo 92 Rp16.130, BP Ultimate Rp19.330, Vivo Revvo 95 Rp19.330, Shell V-Power Diesel Rp25.420, BP Ultimate Diesel Rp25.420, Vivo Primus Plus Diesel Rp25.420. Seluruh diesel swasta kompak Rp25.420, lebih mahal Rp210 dibanding Pertamina Dex Rp25.200.
Shell Indonesia saat ini hanya menjual produk diesel (V-Power Diesel), bensin Shell belum tersedia di SPBU Indonesia.
Sementara harga minyak dunia bergerak naik pada penutupan Rabu (9/10/2026). Brent Crude naik ke US $103,90 per barel dari US $100,32, dan WTI menguat ke US $91,23 dari US $89,43.
Kenaikan didorong ketegangan geopolitik Timur Tengah dan kebijakan OPEC+. ICP Indonesia Agustus 2026 ditetapkan US $89,43 per barel, naik US $7,75 dari Juli US $81,68.
Meski Brent sempat tembus US $114,89 pada 3 Oktober, harga BBM domestik tetap ditahan hingga Oktober 2026. []







