
PeluangNews, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan,
Penurunan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tersebut terjadi baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, serta dialami oleh penduduk laki-laki dan perempuan.
“Angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja adalah pengangguran, di mana jumlah orang menganggur pada November 2025 adalah 7,35 juta orang,” kata Amalia dalam jumpa pers, di Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut Amalia, mereka yang pengangguran merupakan angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja. Tercatat, 147,91 juta orang yang bekerja dari jumlah angkatan kerja yang mencapai 155,27 juta orang per November 2025.
Jumlah penduduk yang bekerja itu bertambah sebanyak 1,371 juta orang dibandingkan Agustus 2025. Jika dirinci, penduduk yang bekerja terdiri atas pekerja penuh waktu dengan jumlah 100,497 juta orang atau bertambah 1,85 juta orang.
Sedangkan pekerja paruh waktu 35,858 juta orang atau menurun 0,438 juta orang, serta setengah pengangguran sebanyak 11,558 juta orang atau menurun 0,042 juta orang.
Dia mengatakan, proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal mengalami peningkatan selama Agustus-November 2025. Ini utamanya didorong oleh meningkatnya karyawan.
“Proporsi pekerja formal pada November 2025 menjadi 42,30% dari total penduduk bekerja,” kata Amalia.
Namun, angka penduduk usia kerja mencapai 218,85 juta orang, dengan angkatan kerja 155,2 juta orang dan bukan angkatan kerja 63,58 juta orang.
Amalia mengatakan, seseorang yang bekerja setidaknya satu jam dalam seminggu termasuk dalam kategori penduduk bekerja, sesuai standar International Labour Organization (ILO).
Dikatakan pula, dari 147,91 juta orang bekerja, 100,49 juta di antaranya merupakan pekerja penuh waktu yang bekerja setidaknya 35 jam dalam seminggu.
“Tiga lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbanyak adalah pertanian, perdagangan, dan industri pengolahan,” kata Amalia.
Dia memaparkan, sebanyak 27,99% penduduk bekerja terserap di sektor pertanian. Sektor perdagangan menyerap 18,67% tenaga kerja. Sedangkan industri pengolahan menyerap 13,86% tenaga kerja.
Pada Agustus-November 2025, lanjutnya, lapangan usaha akomodasi dan makan minum, industri pengolahan, dan perdagangan menjadi lapangan usaha yang mengalami peningkatan tenaga kerja tertinggi, yaitu masing-masing sekitar 381 ribu orang, 196 ribu orang, dan 168 ribu orang.
Proporsi penduduk yang bekerja pada kegiatan formal pun terus mengalami peningkatan dari 40,83% pada Februari 2024, 42,05% pada Agustus 2024, 40,60% di Februari 2025, 42,20% pada Agustus 2025, menjadi 42,30% di November 2025. []








