hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

AHY Bicara Tantangan Infrastruktur: Bukan Bangun Lebih Banyak, Tapi Lebih Baik

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Foto: Gema/Peluang
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Foto: Gema/Peluang

PeluangNews, Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur yang tepat sasaran, berkualitas, dan berkelanjutan di tengah tekanan geopolitik global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan AHY saat menghadiri Nusantara Economic Outlook 2026, di Jakarta, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, dinamika geopolitik dunia tidak hanya berdampak pada politik global, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap ekonomi, sosial, hingga arah pembangunan nasional Indonesia.

“Gejolak geopolitik, termasuk konflik di berbagai kawasan dunia, berdampak pada rantai pasok, harga energi, dan biaya logistik. Ini pasti berpengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian Indonesia,” kata AHY.

Ia menekankan bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi bisa dipahami sebatas pembangunan fisik seperti jalan, jembatan, bendungan, atau perumahan. Infrastruktur, kata dia, juga mencakup fasilitas publik yang berperan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk pendidikan dan layanan kesehatan, serta upaya pengentasan kemiskinan.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera, tapi juga berkelanjutan. Karena itu, prosperity dan sustainability harus dikejar secara bersamaan,” ujar AHY.

AHY juga menyoroti tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur, terutama terkait kebutuhan anggaran yang besar dan keterbatasan fiskal negara. Dalam situasi tersebut, pemerintah dituntut cermat dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Kita tidak bisa membangun semuanya sekaligus. Karena itu, pembangunan infrastruktur harus tepat sasaran dan benar-benar memberi dampak nyata. Bukan hanya membangun lebih banyak, tetapi membangun lebih baik,” tegasnya.

Ia menambahkan, Indonesia juga harus memperhitungkan faktor kebencanaan dan perubahan iklim, mengingat posisi geografis di kawasan ring of fire. Pendekatan teknokratis dan pemanfaatan teknologi modern menjadi kunci agar infrastruktur yang dibangun lebih tangguh, aman, dan berumur panjang.

“Dengan teknologi yang semakin maju, infrastruktur harus dirancang agar lebih tahan terhadap bencana dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutup AHY.

Melalui forum ini, AHY berharap dialog antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna membangun kolaborasi yang solid demi masa depan pembangunan Indonesia.

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate