
PeluangNews, SIKKA – KSP Kopdit Pintu Air secara resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan gedung baru Kantor Cabang Nangablo di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (15/4/2026).
Peresmian ini menjadi strategis koperasi dalam memperkuat akses keuangan bagi masyarakat di wilayah tersebut.
Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran pengurus pusat, anggota koperasi, serta sejumlah tamu undangan.
Momentum bersejarah tersebut ditandai dengan pengguntingan pita oleh Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, didampingi Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano, yang kemudian dilanjutkan dengan perayaan Misa Syukur yang dipimpin Uskup Maumere.
Dalam khotbahnya, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu memberikan apresiasi atas perjalanan KSP Kopdit Pintu Air.
Ia menekankan bahwa pertumbuhan pesat koperasi ini bukanlah sekadar deretan angka statistik, melainkan cerminan kepercayaan yang hidup di hati masyarakat.
“Hari ini kita saksikan bahwa apa yang dahulu kecil, kini menjadi nyata. Bahwa apa yang ditanam dengan iman, kini berbuah dalam pelayanan yang semakin dekat, semakin manusiawi, dan semakin menyentuh kehidupan banyak orang,” ungkap Uskup Ewaldus.
Uskup Maumere menegaskan bahwa kehadiran Kantor Cabang Nangablo memiliki makna filosofis yang dalam bagi masyarakat ekonomi lemah.
Monsinyur menyebut kantor ini sebagai Pintu Harapan di mana setiap orang, tanpa memandang keterbatasan mereka, dapat menemukan solusi dan kekuatan baru.
“Kantor ini bukan hanya bangunan. Ia membuka jalan bagi masyarakat untuk datang dengan segala keterbatasan dan pulang dengan kekuatan baru. Di kantor ini, orang kecil tidak merasa kecil,” tambahnya.
Lebih lanjut, Mgr. Ewaldus mengingatkan seluruh anggota dan pengurus untuk menjaga semangat gotong royong.
Ia menyebut KSP Kopdit Pintu Air sebagai rumah bersama, tempat di mana yang kuat merangkul yang lemah dan yang mampu menopang yang kekurangan.
Beliau juga mengajak semua pihak untuk mengenang kembali akar sejarah koperasi ini yang dimulai dari kelompok kecil berjumlah 50 orang dengan mimpi sederhana.
Kini, melalui kesetiaan dan kerja keras, kelompok kecil tersebut telah menjelma menjadi gerakan besar yang menjangkau ratusan ribu orang.
“Semuanya bukan kebetulan, tetapi buah dari kesetiaan yang tetap berjalan ketika langkah terasa berat. Kita tidak hanya meresmikan gedung, kita merayakan solidaritas yang tidak pernah pudar,” tutup Uskup dalam pesan rohaninya.
Koperasi yang berpusat di Kabupaten Sikka ini terus berkomitmen dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui prinsip-prinsip koperasi yang inklusif, menyediakan akses permodalan bagi masyarakat kecil di berbagai wilayah Indonesia.








