
PeluangNews, SIKKA – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air secara resmi memperluas jangkauan layanannya dengan meresmikan gedung baru Kantor Cabang Nangablo di Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu (15/4/2026).
Peresmian gedung permanen ini menjadi langkah strategis lembaga dalam memperkuat akses keuangan sekaligus memperkokoh eksistensi koperasi di mata masyarakat.
Peresmian ini ditandai dengan prosesi pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi, Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu, yang didampingi langsung oleh Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano.
Dalam sambutannya, Yakobus Jano menegaskan bahwa pembangunan gedung kantor permanen adalah bentuk konkret komitmen lembaga dalam menjaga kepercayaan publik.
Ia tidak menampik adanya keraguan di tengah masyarakat jika sebuah lembaga keuangan masih berstatus kontrak.
“Masyarakat sering khawatir, kalau simpan uang di lembaga yang kantornya belum milik sendiri, uang mereka bisa hilang. Kepercayaan masyarakat adalah yang utama. Kami menerjemahkan kepercayaan itu dengan memiliki rumah, gedung, dan aset sendiri,” tegas Jano.
Lebih lanjut, Yakobus Jano memaparkan perkembangan pesat Kopdit Pintu Air yang kini telah berusia 31 tahun.
Saat ini, dari total 60 kantor cabang, sebanyak 40 kantor sudah memiliki gedung sendiri, sementara 20 lainnya sedang dalam proses pembangunan.
Jika digabungkan dengan kantor cabang pembantu sebanyak 26 unit, total jaringan Pintu Air telah mencapai 86 kantor dengan total aset menyentuh angka Rp2,6 triliun.
Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Yakobus Jano juga memberikan pesan mendalam terkait perilaku ekonomi anggota. Ia menyoroti budaya pesta pora yang kerap menjadi penghambat kemajuan finansial di wilayah tersebut.
Jano mengajak seluruh anggota untuk menerapkan disiplin keuangan dengan rumus sederhana: Tabungan harus disisihkan di awal, bukan sisa dari konsumsi.
“Kita harus punya prinsip ‘makan malam sisa esok’. Artinya, jangan habiskan semua pendapatan hari ini. Harus ada cadangan untuk masa depan atau kebutuhan mendesak,” pungkasnya.
Sementara Wakil Bupati Sikka, Simon Subandi Supriadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada manajemen KSP Kopdit Pintu Air.
Kehadiran cabang Nangablo dinilai sebagai langkah nyata dalam memperpendek jarak pelayanan kepada anggota.
“Pemerintah berterima kasih karena Pintu Air sudah membuka cabang di sini guna mendekatkan pelayanan kepada anggota. Dengan adanya kantor ini, anggota bisa bertransaksi dan berkonsultasi mengenai masalah keuangan dengan lebih mudah dan dekat,” ujar Simon.
Wakil Bupati juga menyoroti performa KSP Kopdit Pintu Air yang diakui secara nasional. Ia menyebutkan bahwa koperasi ini telah menunjukkan kualitas yang luar biasa, baik dari sisi manajemen maupun pengamalan jati diri koperasi yang sesungguhnya.
“Pintu Air sebagai koperasi yang secara nasional memiliki tingkat kesehatan keuangan yang sangat sehat,” tutur Wabup Sikka.
Wabub juga mengapresiasi implementasi prinsip dari, oleh, dan untuk anggota yang benar-benar berjalan secara nyata dalam operasionalnya.
Selain meresmikan gedung, Simon Subandi menitipkan pesan khusus kepada pengelola Pintu Air untuk turut serta dalam edukasi sektor riil.
Ia berharap koperasi tidak hanya menjadi lembaga simpan pinjam, tetapi juga menjadi motor edukasi usaha bagi masyarakat.
“Saya meminta Koperasi Pintu Air untuk memberi contoh dalam pemberian kredit sekaligus edukasi usaha pasca-panen,” tuturnya.
Menurutnya, pemerintah ingin masyarakat Kabupaten Sikka mulai merubah bentuk produk dari bahan baku menjadi bahan setengah jadi atau bahan jadi untuk dijual dengan harga pasar yang baik.
“Dengan pasar yang bagus, tentu hasilnya akan jauh lebih baik bagi kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Wabup Sikka berharap, KSP Kopdit Pintu Air bisa berperan aktif untuk membantu pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat melalui edukasi pasca panen.








