
PeluangNews, Jakarta — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jakarta Pusat periode 2026-2031 Samser Affandi Gultom mendorong penguatan ekosistem usaha melalui kolaborasi antara pelaku usaha besar, menengah, dan kecil.
Strategi tersebut dinilai penting untuk memperluas akses pasar sekaligus memperkuat kontribusi dunia usaha terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta Pusat.
Samser baru dilantik sebagai Ketua Kadin Jakarta Pusat periode 2026-2031. Dalam kepemimpinannya, ia menempatkan penguatan sinergi antarpelaku usaha sebagai salah satu agenda utama.
Hal tersebut disampaikan Samser dalam acara Musyawarah Kota Kadin Jakarta Pusat, di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
“Visi kita yang pertama adalah mendekatkan dan memperkuat kerja sama antara perusahaan kecil, menengah, dan besar agar dapat bersinergi. Perusahaan-perusahaan besar diharapkan juga dapat membantu dan memberikan ruang bagi perusahaan-perusahaan kecil untuk berkembang,” kata Samser.

Menurut dia, penguatan ekonomi daerah tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan perusahaan besar. Rantai pasok yang melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah juga perlu diperkuat sehingga manfaat aktivitas ekonomi dapat menyebar lebih luas.
Samser melihat Jakarta Pusat memiliki potensi besar karena dihuni pelaku usaha dari berbagai sektor. Mulai dari konstruksi, perdagangan, jasa hingga sektor usaha lainnya memiliki peluang untuk dikolaborasikan dalam satu ekosistem bisnis.
Karena itu, Kadin Jakarta Pusat akan mendorong pemetaan potensi usaha agar kebutuhan antarpelaku usaha dapat dipertemukan. Dengan cara tersebut, perusahaan yang membutuhkan barang atau jasa dapat terhubung dengan pelaku usaha yang mampu menjadi pemasok.
“Contohnya, ada perusahaan konstruksi yang membutuhkan berbagai kebutuhan atau pemasok. Kita bisa menghubungkan perusahaan tersebut dengan teman-teman pengusaha yang memiliki produk atau jasa yang dibutuhkan. Dengan begitu, kita dapat membangun ekosistem usaha yang saling mendukung dan menguntungkan,” ujarnya.
Samser mengatakan, langkah tersebut sekaligus menjadi upaya membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Kadin tidak hanya berfungsi sebagai wadah organisasi pengusaha, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan yang mempertemukan kebutuhan bisnis antaranggota.
Ia menambahkan, Kadin Jakarta Pusat juga akan melakukan pemetaan terhadap sentra-sentra usaha yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan sektor yang dapat didorong melalui kolaborasi.
“Kita perlu melihat potensi apa yang bisa digali dari kondisi yang ada saat ini. Potensi tersebut yang harus kita prioritaskan terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita aplikasikan di lapangan,” katanya.
Di sisi lain, Samser menyadari pelaku usaha masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait kondisi ekonomi, regulasi, dan perizinan. Karena itu, Kadin Jakarta Pusat akan memperkuat komunikasi dengan pemerintah daerah agar berbagai kendala yang dihadapi dunia usaha dapat dicarikan solusi.
“Yang paling dekat adalah membangun sinergi dengan pemerintah daerah. Kita perlu melihat apa yang dapat kita lakukan bersama dan bagaimana dunia usaha bisa membantu pemerintah daerah,” tutur Samser.
Samser berharap sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dapat menciptakan iklim usaha yang semakin kondusif. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk menjaga aktivitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pengusaha di Jakarta Pusat.
“Intinya, kita harus bersinergi dan bersama-sama membangun Jakarta Pusat agar perekonomian dan dunia usaha dapat tumbuh lebih kuat,” pungkasnya.








