hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Daerah  

Insiden Distribusi MBG dalam Kantong Plastik di Banten, Ini Kronologinya

BRI Salurkan Rp104,4 Miliar untuk Program Makan Bergizi Gratis dan Perkuat Ekonomi Rakyat
Ilustrasi: Program Makan Bergizi Gratis. Foto: infopublik

PeluangNews, Jakarta – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengklarifikasi terkait viralnya video distribusi makanan program makan bergizi gratis (MBG)
dalam kantong plastik.

Insiden kantong plastik itu, menurut Kepala SPPG Karyasari, Dimas Dhika Alpiyan, tidak dilakukan oleh pihaknya melainkan kader posyandu.

Kejadian bermula setelah pihaknya menyiapkan paket makanan untuk kelompok penerima manfaat 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Seluruh makanan, kata Dimas, telah dikemas menggunakan ompreng dan didistribusikan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Namun, saat tiba di titik penyaluran, salah satu kader posyandu memindahkan makanan dari ompreng ke dalam kantong plastik.

Langkah ini dilakukan tanpa sepengetahuan maupun koordinasi dengan pihak SPPG, serta bertentangan dengan standar operasional prosedur (SOP) penyajian program MBG.

“Setelah ompreng tiba di tempat oleh ibu kader yang bersangkutan, makanan yang di dalam ompreng dipindahkan dan disatukan penyajiannya di dalam kantong plastik. Ibu kader itu beralasan spontanitas,” kata Dimas dalam keterangan resmi, Sabtu (10/1/2026).

Setelah itu diberikan kepada penerima manfaat yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. “Ompreng kembali dibawa pulang oleh sopir dengan keadaan kosong,” ujarnya.

Dimas mengaku kejadian tersebut baru diketahui oleh SPPG pada keesokan harinya, usai menerima laporan beredarnya potongan video di media sosial yang memperlihatkan penyajian makanan MBG dalam kantong plastik.

Setelah video tersebut viral, pihak SPPG Karyasari Sukaresmi mengundang para ibu kader untuk komunikasi lebih dalam.

Pada Jumat (9/1/2026), pukul 09.00, ibu-ibu kader datang dan mengklarifikasi bahwasanya mereka memang memasukkan menu tersebut ke dalam plastik secara spontanitas.

Lusi, Koordinator Kader Posyandu Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, mengaku mengklarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang agar tidak memicu kesalahpahaman di masyarakat.

Dia menjelaskan, perlu ada penjelasan utuh mengenai konteks kejadian yang terekam dalam video itu. Kondisi makanan yang terlihat dalam video, menurutnya, tidak bisa serta-merta diartikan sebagai makanan yang tidak layak konsumsi.

Pemindahan kemasan disebut dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi makanan dari paparan air hujan saat proses distribusi di lapangan.

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali menegaskan bahwa seluruh proses penyajian dan penyaluran makanan dalam program MBG wajib mematuhi standar operasional prosedur yang berlaku. []

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate »