
PeluangNews, Bogor – Kabut Puncak belum sepenuhnya terangkat, Rabu (21/10/2026) pagi. Di SMPN 2 Cisarua, Desa Leuwimalang, bel masuk baru saja berbunyi. Di meja-meja kelas VII dan VIII, kotak Makan Bergizi Gratis (MBG) dan susu sudah dibagikan.
Jam menunjukkan sekitar pukul 08.00 WIB. Anak-anak meneguk susu bersamaan sebelum pelajaran pertama dimulai. Seusai itu, bukan pelajaran yang dimulai, melainkan kepanikan.
Satu per satu siswa mengeluh mual. Ada yang muntah di selasar kelas. Guru yang pagi itu mengajar kaget karena hampir di semua kelas, keluhan serupa muncul dalam waktu yang berdekatan.
“Betul, terjadi keracunan di SMPN 2 Cisarua. Hampir 80 orang korbannya setelah makan dan minum susu,” ujar Kapolsek Cisarua AKP Budi Suratman saat dikonfirmasi pagi tadi.
Angka itu bukan angka kecil untuk sekolah di lereng Puncak. Kelas VII dan kelas VIII yang makan bersama menjadi korban paling banyak. Kursi-kursi kelas mendadak kosong, digantikan kepanikan wali murid yang dihubungi via telepon.
Pukul 09.00 WIB, halaman sekolah berubah menjadi titik evakuasi. Siswa-siswa yang lemas dipapah menuju kendaraan untuk dibawa ke Rumah Sakit Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua yang jaraknya tidak jauh dari sekolah.
“Jadi informasi sementara sekarang anak sekolah dari sekolahan dievakuasi ke rumah sakit RSPG dalam proses untuk kita utamakan keselamatan dulu,” kata Budi.
Di IGD RSPG, suasana mirip seperti di Cirebon sehari sebelumnya. Siswa-siswa berbaring dengan seragam yang masih melekat, sebagian masih memegangi perut. Perawat memasang infus, dokter memeriksa satu per satu.
Kapolsek menegaskan, penyebab pasti belum bisa dipastikan. “Masalah apa penyebabnya ya nanti dikonfirmasi dari dokter. Kita amankan dulu anak-anak sekolah yang sekarang dalam perjalanan,” ucapnya.
Hingga siang ini, 80 siswa masih dalam observasi di RSPG Cisarua. Pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari dokter.
Pagi yang seharusnya dimulai dengan pelajaran, di SMPN 2 Cisarua justru berakhir di lorong rumah sakit. []








