hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Penyalur KUR Terbaik Dengan Aset Rp760,69 Miliar

Koperasi Guna Prima Dana semakin dipercaya masyarakat Bali yang tercermin dari bertambahnya jumlah anggota menjadi 6.161 orang. Anggota juga aktif berpartisipasi sehingga memperkokoh permodalan menjadi Rp703,77 miliar.

Koperasi Guna Prima Dana (GPD) berhasil melalui 2025 dengan capaian kinerja gemilang ditopang dengan pertumbuhan aspek finansial maupun nonfinansial. Ini tidak lepas dari strategi yang fokus pada inovasi layanan dengan dukungan digitalisasi serta pengelolaan usaha koperasi yang efisien.

Salah satu koperasi besar di Bali itu juga dinobatkan menjadi Penyalur KUR Terbaik Kategori Kelompok Bank Swasta, BPR, dan Non Bank Anugerah Mitra Usaha Mikro 2025 Kementerian UMKM, dengan menyalurkan KUR senilai Rp103,10 miliar pada tahun lalu. Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri UMKM Maman Abdurrahman pada 17 Desember 2025 di Jakarta.

“Tahun 2025 adalah tahun prestasi bagi Koperasi Guna Prima Dana dengan meraih banyak prestasi,” ungkap I Wayan Suyatna, Manajer Utama KSP Guna Prima Dana dalam RAT Ke-24 Tahun Buku 2025 di Jimbaran Grand Ballroom, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, 28 Maret 2026.

Koperasi GPD juga menerima penghargaan dalam Prominent Award Metro TV 2025 sebagai Best Cooperative in Socioeconomic Impact dan Best Leadership in Cooperative Social Responsibility serta masuk dalam jajaran 100 Koperasi Besar Indonesia dari Peluang Media Group.

RAT yang bertemakan “Menjaga stabilitas, Menguatkan Solidaritas, Mewujudkan Koperasi Yang Sehat, Mandiri, Dan Dinamis” itu dihadiri oleh sekitar 1.500 orang anggota. Acara turut dihadiri oleh Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhayana, Dekopinwil Bali, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan, Bank Mandiri, BNI, MNC Bank, Danamon dan tamu undangan lainnya.

Sepanjang 2025, secara rinci Koperasi GPD telah menyalurkan KUR Supermikro sebesar Rp600 juta, KUR Mikro Rp52 miliar dan KUR Kecil Rp50,50 miliar. Penyaluran KUR ditujukan untuk sektor produktif seperti transportasi, pariwisata, dan lainnya.

Pada 2026, plafon KUR, kata Suyatna, akan ditingkatkan menjadi Rp120 miliar. “KUR sangat membantu usaha anggota di tingkat akar rumput dan kami bertekad untuk meningkatkan plafonnya pada tahun ini, ” ujar Suyatna.

Kinerja 2025

Eksistensi Koperasi GPD semakin diakui oleh masyarakat di Bali. Ini tercermin dari meningkatnya jumlah anggota sebesar 41,02% atau 1.792 orang, dari 4.369 orang pada 2024 menjadi 6.161 orang pada 2025. Penambahan anggota otomatis memperkokoh permodalan koperasi menjadi sebesar Rp703,77 miliar, melebihi dari yang ditargetkan sebesar Rp606,53 miliar.

Permodalan terutama ditopang dari simpanan berjangka Sijakop yang mencapai Rp338,97 miliar dan Simpanan Harian sebesar Rp330,30 miliar. Selain itu, terdapat Simpanan Berencana sebesar Rp13,10 miliar, Simpanan Wajib sebesar Rp18,06 miliar, dan SIRAI senilai Rp2,72 miliar.

Peningkatan simpanan disertai dengan melonjaknya pinjaman yang diberikan menjadi senilai Rp499,27 miliar di 2025 dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp297,47 miliar. Koperasi GPD juga menyalurkan pembiayaan hijau (peduli lingkungan) sebesar Rp5 miliar yang sumber dananya berasal dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Kementerian Keuangan.

Per 31 Desember 2025, aset GPD sebesar Rp760,69 miliar, meningkat sebesar 19% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp637,11 miliar. Peningkatan aset disertai dengan naiknya kekayaan bersih sebesar Rp16,41 miliar menjadi Rp54,77 miliar dibanding 2024 senilai Rp38,36 miliar.

Dari aktivitas pengembangan usaha, pendapatan meningkat sebesar 41% dari Rp36,86 miliar di 2024 menjadi Rp52,11 miliar di 2025. Selain itu, pengelola juga berhasil mengendalikan beban usaha menjadi sebesar Rp38,25 miliar, yang mencerminkan pengelolaan usaha koperasi yang semakin efisien.

Pendapatan yang meningkat disertai dengan pengendalian biaya berdampak pada lonjakan SHU bersih sebesar 214% menjadi Rp11,14 miliar di 2025, dibanding tahun sebelumnya senilai Rp3,55 miliar. “Peningkatan kinerja kami tidak lepas dari dukungan anggota yang semakin besar dan inovasi yang dikembangkan,” ujar Suyatna.

Pencapaian kinerja ciamik pada tahun lalu tidak membuat pengelola dan pengurus Koperasi GPD terlena. Justru tekad untuk membesarkan usaha koperasi demi meningkatkan kesejahteraan anggota terus membara dengan menargetkan aset sebesar Rp1 triliun, setidaknya dalam dua tahun mendatang.

Salah satu yang menarik masyarakat untuk menjadi anggota adalah suku bunga simpanan maupun kredit yang sangat kompetitif yang diberikan oleh GPD. Selain itu, inovasi layanan berbasis teknologi seperti GPD Online juga berkontribusi dalam meningkatkan daya saing GPD. Pada tahun 2025, volume transaksi GPD Online meningkat menjadi sebesar Rp121,95 miliar, naik dari tahun 2024 sebesar Rp69,60 miliar.

I Ketut Maik, Ketua Pengurus Koperasi GPD menambahkan, perluasan jaringan kantor cabang merupakan salah satu strategi yang akan dilakukan untuk menambah jumlah anggota sekaligus menggenjot aset. “Kami sedang mengkaji pembukaan kantor cabang di seluruh kabupaten di Provinsi Bali,” ujar Maik.

Saat ini, KSP GPD baru memiliki 5 kantor cabang yaitu Kantor Cabang Pecatu, Jimbaran, Abian Semal, Denpasar, dan Tabanan. Dengan rencana perluasan kantor cabang nantinya diharapkan jumlah anggota menjadi 10.000 orang dari tahun 2025 sejumlah 6.161 orang.

Pada kesempatan sama, Deputi Henra mendorong agar Koperasi GPD terus meningkatkan jumlah anggota hingga mencapai 10.000 orang. “Saya mengusulkan Koperasi Guna Prima Dana melakukan ekspansi keluar Bali untuk menambah jumlah anggota” ujar Deputi Henra.

Per 31 Desember 2025, terdapat 5 (lima) kantor cabang Koperasi GPD di Bali yang tersebar di beberapa wilayah yakni Kantor Cabang Pecatu, Jimbaran, Abian Semal, Denpasar, dan Tabanan.

Sementara Tri Arya Dhayana, Kadiskop UKM Provinsi Bali mengapresiasi Koperasi GPD yang telah menyelenggarakan RAT tepat waktu sebagai bagian dari penerapan tata kelola. “Pelaksanaaan RAT tepat waktu merupakan salah satu indikator koperasi sehat,” ungkap Tri.

Pencapaian kinerja dan prestasi KSP GPD mencerminkan pengelolaan usaha yang profesional dan modern disertai dengan komitmen dalam melaksanakan prinsip-prinsip tata kelola seperti transparansi dan akuntabilitas. (Dje).

pasang iklan di sini
[koko_analytics_counter]
octa vaganza