hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Ragam  

Koperasi Syariah di Era Digital

Kamaruddin Batubara bukanlah nama asing di dunia koperasi. Sebagai Presiden Direktur Koperasi BMI Group, Kamaruddin Batubara sukses meraih penghargaan Tokoh Koperasi 2024 dari klaster Koperasi Syariah dan masuk dalam jajaran orang koperasi di buku ‘Apa dan Siapa 100 Orang Koperasi Indonesia’ yang ditulis oleh Irsyad Muchtar.

Atas kiprahnya mengembangkan koperasi Indonesia pula, Kamaruddin Batubara berhasil meraih penghargaan 100 Top Alumni IPB Prominent kategori Pengusaha dan Tokoh Nasional pada tahun 2025.

Kamaruddin dinilai berhasil mengembangkan dan mengonsolidasikan Koperasi BMI Group sebagai gerakan ekonomi koperasi modern. Di bawah kepemimpinannya, koperasi tidak hanya menjadi lembaga keuangan, tetapi juga instrumen pemberdayaan masyarakat, penguatan ekonomi umat, serta perluasan inklusi keuangan nasional yang berkelanjutan.

Maka, kalau Kamaruddin menulis buku tentang BMI Syariah, pastilah buku tersebut layak menjadi literatur dalam bisnis simpan pinjam dan pembiayaan syariah di Indonesia.

Tahun 2025, Kamaruddin menerbitkan buku berjudul Model BMI Syariah – Buku Panduan Simpan, Pinjam & Pembiayaan. Ini merupakan pembaruan dari versi perdana yang telah terbit pada 2020.

Edisi terbaru dari buku ini tidak sekadar versi cetak ulang. Sejumlah pengkinian dilakukan, antara lain penambahan cakupan buku dari 10 menjadi 12 bab. Penambahan dilakukan pada materi Pemberdayaan Anggota Koperasi dan Digitalisasi Koperasi, yang membuat buku ini terasa jauh lebih relevan dengan tantangan ekonomi kekinian. Bab pemberdayaan anggota mengelaborasi bagaimana koperasi BMI tidak berhenti pada fungsi intermediasi keuangan. Instrumen seperti simpanan, pembiayaan, investasi, hingga sedekah diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan taraf hidup anggota. Perspektif ini penting karena menegaskan koperasi sebagai mesin mobilitas sosial, bukan sekadar lembaga penyalur dana.

Sementara penambahan pada bab digitalisasi dilakukan agar buku ini dapat memiliki konteks kekinian yang sarat dengan trend fintech, bank digital, dan super app keuangan. Dalam situasi ini, koperasi dituntut mampu menjaga efisiensi layanan tanpa kehilangan kedekatan komunitas yang menjadi ruh utamanya. Buku ini menangkap kebutuhan tersebut melalui pembahasan modernisasi layanan, integrasi data, dan pemanfaatan teknologi dalam monitoring pembiayaan.

Kekuatan utama buku ini tetap terletak pada fondasi trust-based community finance. Kamaruddin menunjukkan bahwa keberhasilan koperasi syariah tidak semata ditopang agunan atau sistem scoring, tetapi oleh relasi sosial, disiplin komunitas, dan kedekatan emosional antaranggota. Pendekatan ini menjadi pembeda yang menarik ketika lembaga keuangan lain semakin impersonal.

Kamaruddin Batubara menempatkan koperasi sebagai institusi ekonomi yang hidup dari trust. Kepercayaan anggota tidak dibangun lewat agunan atau kontrak hukum yang kaku, melainkan melalui relasi sosial, kedisiplinan komunitas, dan kedekatan emosional antaranggota. Pendekatan ini membuat buku tersebut menarik, sebab ia memperlihatkan bagaimana koperasi dapat menjaga kualitas pembiayaan tetap sehat meski menyasar kelompok ekonomi mikro yang sering dianggap berisiko tinggi.

Buku ini layak dibaca oleh pelaku koperasi, bank syariah, regulator, hingga penulis ekonomi yang ingin mencari model bisnis rakyat yang terbukti bekerja, yang tidak saja berisi teori, tetapi disusun berdasarkan best practices si penulisnya dalam mengembangkan Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia. (drp)

pasang iklan di sini
[koko_analytics_counter]
octa vaganza