hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

2026 Tahun Akselerasi Bisnis

Kopmen Kana siap ngegas pada tahun ini dengan meningkatkan penjualan produk-produk unggulan seperti Shauca dan Duel. Langkah ini diiringi dengan peningkatan kompetensi SDM, memperkuat kolaborasi dengan KDKMP dan memperbesar basis anggota.

Koperasi Konsumen Kana Lautan Berkat (Kopmen Kana) kian menunjukan tajinya. Sepanjang 2025, fondasi organisasi semakin kokoh, penetrasi pasar menguat, serta kepercayaan anggota yang meningkat. Ini terlihat dalam laporan pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas Kopmen Kana pada RAT ke-3 Tahun Buku 2025 yang digelar di Lounge XXI Ciputra World Surabaya, Jawa Timur, 27 Maret 2026.

RAT bertema “Dari Koperasi Menuju Korporasi Untuk Rakyat” dibuka secara resmi oleh Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih. Dalam sambutannya, Henra mengungkapkan transformasi yang dilakukan Kopmen Kana sudah tepat dan sesuai kebutuhan zaman.

“Koperasi tidak cukup hanya besar sebagai organisasi, tetapi juga harus kuat sebagai entitas usaha, modern dalam tata kelola, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi anggota serta masyarakat,” kata Henra.

Selain mengapreasiasi upaya transformasi kelembagaan, Henra juga mendukung penguatan kolaborasi Kopmen Kana dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) seperti telah dilaksanakan di beberapa wilayah antara lain Sumatera Utara, Jawa Timur, Jambi, dan Sumatera Barat.

Untuk diketahui, dalam beberapa kesempatan Kementerian Koperasi mendorong agar koperasi-koperasi yang sudah ada menjalankan peran sebagai “kakak asuh” bagi KDKMP. Ini bertujuan untuk mempercepat perkembangan usaha koperasi yang diinisiasi Presiden Prabowo tersebut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Deputi Henra juga mendorong peningkatan anggota Kana untuk mempertegas inklusivitas kelembagaan. Sebab, koperasi adalah kumpulan orang yang membutuhkan dukungan nyata dari anggota. “Saya memberikan challenge kepada pengurus agar pada tahun 2026 ini jumlah anggota Kana menjadi 1.000 orang,” ujarnya.

Sekadar informasi, seiring transformasi yang dilakukan koperasi yang didirikan pada 2023 lalu, kepercayaan masyarakat terus meningkat. Ini tercermin dari penambahan jumlah anggota. Per 31 Desember 2025, anggota mencapai 207 orang, bertambah dari tahun sebelumnya sejumlah 150 anggota.

Pada kesempatan sama, Ketua Pengurus Kopmen Kana Jonathan Danang Wardhana, mengungkapkan dalam dua tahun terakhir Kopmen Kana terus bertumbuh. Ini penting untuk melangkah lebih jauh pada masa mendatang.

“Kita tidak hanya membangun organisasi, tetapi juga membangun kapasitas usaha, kesiapan operasional, dan daya saing bisnis. Tahun 2026 ini menjadi tahun akselerasi dan ekspansi bisnis serta kami ingin membawa Kana melangkah lebih jauh, dari koperasi yang tumbuh menjadi korporasi rakyat yang kokoh, modern, dan berdampak luas,” tegas Danang.

Dari sisi usaha, sepanjang 2025 Kopmen Kana menunjukan pertumbuhan positif. Kapasitas produksi gula merah meningkat tajam, dari 50 ton pada 2024 menjadi 70 ton pada 2025. Dengan perluasan pembangunan pabrik gula PT Gula Indo Jaya Baya, anak usaha Kana, yang telah dilakukan maka dipastikan kapasitas produksi akan melesat pada tahun ini.

Kopmen Kana juga mencatatkan  kinerja ciamik sepanjang 2025. Total aset sebesar Rp149,15 miliar naik 41% dari tahun sebelumnnya yang senilai Rp105,75 miliar. Ekuitas sebesar Rp136,06 miliar, tumbuh 30% dari 2024 senilai Rp104,95 miliar.

Pendapatan atau partisipasi non anggota sebesar Rp168,71 miliar dan setelah dikurangi beban pokok pendapatan Rp138,40 miliar, pendapatan bersih mencapai Rp30,67 miliar, lebih tinggi dibanding 2024 sebesar Rp28,52 miliar. Laba tahun berjalan sebesar Rp4,56 miliar.

Seiring meningkatnya pendapatan dan biaya terkendali, Kopmen Kana juga menunjukan profitabilitas yang menguat. Ini tercermin dari return on equity sebesar 3,35% dan return in asset mencapai 0,46%.

Danang menambahkan, Kopmen Kana juga tengah menyiapkan pembangunan pabrik kecap. Lahannya telah tersedia di Kediri Jawa Timur. Untuk merealisasikan pabrik kecap, Kana memerlukan tambahan modal kerja untuk pembangunan fisik pabrik maupun pengadaan mesin produksi.

“Proses pembangunan pabrik kecap terus kita matangkan, termasuk penyiapan Amdal sesuai regulasi,” tambah Danang.

Sementara Iliona Palomitta, Chief of HR and Compliance Kopmen Kana sekaligus Direktur Utama PT Kana Indonesia Industri, anak usaha Kopmen Kana, mengatakan ekspansi bisnis diiringi dengan peningkatan kompetensi SDM. “Kami rutin melakukan pelatihan kepada karyawan untuk meningkatkan kapabilitas dan kompetensi dalam rangka mendukung ekspansi bisnis Kana,” ujar Iliona, biasa disapa Ion.

Terkait dengan penetrasi pasar produk unggulan, saat ini koperasi yang berbasis di Surabaya itu tengah menggenjot pemasaran minuman kaleng berperisa “Shaucha Bird Nest Drink” (Shauca). Pada tahap awal, pemasaran dilakukan secara langsung ke distributor-distributor di wilayah Jawa Timur.

Selain itu, kata Ion, pihaknya juga akan mendorong penjualan minuman berenergi dengan merek Duel. “Kami terus meningkatkan diversifikasi produk salah satunya minuman Duel untuk memenuhi kebutuhan anggota dan masyarakat,” ujar Ion.

Terkait kerja sama dengan KDKMP, menurut Dae Taufic Ramadhan, Chief of Commercial Kopmen Kana, pihaknya telah menjalin kolaborasi dengan sekitar 350 KDKMP pada tahun lalu dan akan terus ditingkatkan hingga 1.000 KDKMP pada tahun ini. “Kami terus mengembangkan kolaborasi dengan KDKMP untuk memperkuat ekosistem koperasi,” ujar Taufic.

Bentuk kerja sama Kana dengan KDKMP dalam program “Koperasi Manis”, selain distribusi dan penjualan gula dengan sistem konsinyasi, juga memberikan workshop dan pelatihan operasional berbasis digital seperti telah dilakukan di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Selain itu di Jambi, Kota Padang, dan Jawa Timur.

Untuk meningkatkan efisiensi penyerapan air dan nutrisi tanaman tebu, Kopmen Kana menggandeng Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada (UGM) dengan memberikan pelatihan teknik ring pit. Selain itu, meluncurkan aplikasi Bambu yang memudahkan petani tebu untuk mengawasi tanaman tebu sampai panen.

Meski masih berusia belia, baru 3 tahun, namun transformasi dari koperasi untuk korporasi rakyat yang dilakukan Kopmen Kana patut diacungi jempol. Danang dan timnya sudah berada di jalur tepat untuk menjadikan sokoguru ekonomi lebih dari sekadar slogan koperasi, tetapi mewujud dalam tindakan nyata dengan mengakselerasi bisnis. (Dje).

pasang iklan di sini
[koko_analytics_counter]
octa vaganza