Megawati dan JK Akan Bertemu Galang Kekuatan Loloskan Hak Angket?

Foto: Jusuf Kalla | Dok. Ist

Peluang News, Jakarta – Pasca Pemilu 14 Februari 2024 lalu konstelasi politik nasional meningkat terlebih setelah pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuning Raka mendeklarasikan kemenangan yang merujuk pada hasil quick count.

Sementara KPU belum mengumumkan hasil hitung suara secara real count karena penghitungan masih berlangsung.

Deklarasi kemenangan kubu 02 telah memunculkan dugaan dan tuduhan bahwa pilpres dilakukan secara curang dan banyak kejanggalan. Kubu 01 dan 03 yang mengusung pasangan Anies-Muhaimin, Ganjar-Mahfud hampir pasti akan membawa hasil pilpres ini ke Mahkamah Konstitusi (MK) bersama bukti-buktinya. Bahkan kini muncul wacana hak angket dari kubu 01 dan 03 di DPR RI.

Tawaran bergabung ke pemerintahan mendatang dari kubu pasangan nomor urut 2 kepada PDIP dan Nasdem juga datang. Namun PDIP telah memberi isyarat akan berada di luar pemerintahan Prabowo-Gibran mendatang. Berbeda dengan partai yang dipimpin Megawati Soekarnoputri itu, Nasdem melalui ketua umumnya Surya Paloh telah mengadakan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo yang dianggap bagian kubu 02.

Pertemuan mereka memunculkan spekulasi bahwa hal itu bertujuan untuk koalisi di pemerintahan Prabowo-Gibran. Barisan 02 yang dimotori Presiden Jokowi pun menggalang kekuatan dengan memasukan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke dalam Kabinet Indonesia Maju. AHY diangkat sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/ Kepala BPN.

Di tengah penggalangan kekuatan masing-masing kubu, kini kembali muncul wacana pertemuan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Saat hal tersebut ditanyakan kepada kader PDIP, Adian Napitupulu, dia meyakinkan bahwa pertemuan kedua tokoh bangsa ini akan terjadi. “Pasti terjadilah,” Kata Adian di Gedung TKRPP, Jakarta, Jumat (23/2/2024).
Tetapi mantan aktivis 98′ itu tidak bersedia menginformasikan kapan pertemuan Megawati dan JK akan berlangsung. “Kita dengar dan ikuti saja,” tutur dia.

Sebagaimana diketahui, Megawati berada di barisan partai politik pengusung calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Ada empat partai politik pengusung Ganjar-Mahfud, selain PDI Perjuangan, juga PPP, Perindo dan Hanura. Dari empat parpol ini hanya PDIP yang lolos ke Senayan bahkan menjuarai pemilu legislatif secara nasional dengan perolehan kursi terbanyak secara nasional dan DPR RI.

Sementara itu, JK berada pada barisan pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN). Adapun paslon nomor urut 1 diusung oleh Partai NasDem, PKS dan PKB.

Mengacu pada hasil real count KPU per Kamis pukul 23.00 WIB, pasangan Prabowo-Gibran unggul dengan perolehan suara 58,89%, diikuti Anies-Muhaimin 24,06%, dan Ganjar-Mahfud 17,05%.

Wacana hak angket DPR RI untuk menyelidiki kecurangan pemilu terus bergulir. Bermacam tanggapan pun bermunculan. Ada yang mengatakan membawa hasil pilpres ke DPR sebagai in konstitusional, tapi ada juga yang berpendapat bahwa hal itu merupakan hak parlemen atau partai politik. []

withdraw deposit tanpa ribet gak pake lama
download aplikasi android peluang news
iklan investasi berjangka octa.co.id