
PeluangNews, Bandung – Program literasi dan edukasi keuangan sejak dini yang digagas oleh Valbury bersama PiBo membuahkan hasil. Sebanyak 1.000 siswa sekolah dasar mengikuti Graduation Day Literaton setelah menjalani program selama enam bulan di 20 sekolah yang tersebar di sembilan kota dan kabupaten di Banten serta Jawa Barat.
Tak sekadar menumbuhkan minat baca, program ini juga memperkenalkan konsep pengelolaan keuangan kepada anak-anak melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Dalam acara Graduation Day, penyelenggara memberikan Literacy Award kepada siswa, guru, dan sekolah yang menunjukkan pencapaian terbaik selama program berlangsung.

Salah satu pencapaian paling mencuri perhatian datang dari Elang Zamzani, siswa SDN 093 Tunas Harapan Cijerah, yang berhasil membaca 515 buku selama program berjalan dan meraih predikat “Pencinta Buku”. Sementara Siti Humaira dari SDN Serang 15 dinobatkan sebagai “Penyelam Buku” berkat rata-rata waktu membaca mencapai 77 menit per hari.
Prestasi lainnya ditorehkan Harun Al-Rassyid dari SDN Sukasirna Cilaku, Cianjur, yang mendapat penghargaan “Pembaca Berdedikasi” setelah mencatat kebiasaan membaca selama 87 hari berturut-turut tanpa jeda.
Program Literaton merupakan bagian dari komitmen CSR Valbury melalui gerakan #ValburyBerbagi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin keempat tentang pendidikan berkualitas.
Selain membangun budaya membaca, program ini juga memperkenalkan literasi keuangan melalui modul “Mengelola Uang dengan Bijak”, pelatihan bagi guru, hingga praktik langsung berbelanja cerdas yang diikuti puluhan siswa di Bandung.
Head of Marketing & Communication Valbury, Caroline Haryono, mengatakan pendidikan dan literasi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih siap menghadapi tantangan ekonomi.
“Melalui Literaton, kami ingin membangun budaya literasi sejak tingkat dasar sekaligus memberikan pemahaman awal mengenai pengelolaan keuangan agar anak-anak dapat mengambil keputusan finansial yang lebih baik di masa depan,” ujarnya.
Penghargaan juga diberikan kepada Sisca Amalia dari SDN 093 Tunas Harapan Cijerah sebagai “Guru Pemimpin Literasi”. Adapun SDN Sukasirna Cilaku Cianjur dinobatkan sebagai “Sekolah Berbudaya Literasi” berkat keterlibatan aktif siswa, guru, pimpinan sekolah, hingga orang tua dalam menjalankan program.
Program Director Literaton dan CEO PiBo, Mayumi Haryoto, menilai dampak terbesar dari program tersebut adalah terbentuknya kebiasaan membaca secara konsisten.
“Anak yang membaca setiap hari sedang membangun kefasihan, pemahaman, dan kepercayaan diri. Kebiasaan yang terbentuk pada angkatan pertama ini menjadi modal penting untuk menciptakan lebih banyak generasi pembelajar di Indonesia,” kata Mayumi.
Kepala SDN Sukasirna Cilaku Cianjur, Ucu Sugandi, mengaku bangga atas penghargaan yang diraih sekolahnya. Menurutnya, akses buku digital yang disediakan membuat siswa semakin antusias membaca dan mendapat dukungan positif dari para orang tua.
Melalui Literaton, Valbury tidak hanya memperkuat literasi keuangan dan budaya membaca di kalangan anak-anak, tetapi juga menunjukkan peran dunia usaha dalam menciptakan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan ekonomi digital.








