Digitalisasi layanan dan perluasan lapangan usaha melalui Entitas Anak terbukti ampuh menopang kinerja koperasi.

Tumbur Naibaho adalah sosok kunci di balik keberhasilan KSP Makmur Mandiri (KMM). Kejelian dalam memanfaatkan potensi bisnis menjadikan koperasi yang dipimpinnya terus berkembang dan bercokol di jajaran koperasi besar Indonesia. Ini didukung dengan latar belakang pendidikan sebagai sarjana matematika yang membantunya dalam perhitungan risiko bisnis secara terukur dan presisi.
Salah satu gebrakan yang patut diacungi jempol adalah keberaniannya mengembangkan usaha di sektor riil yang dikelola Entitas Anak. Lapangan usahanya cukup beragam meliputi SPBU, rental kendaraan, agribisnis dan properti. Strategi ini cukup ampuh mendongkrak pendapatan sekaligus menopang kelancaran operasional Induk serta membantu mobilitas masyarakat.
Tumbur juga responsif terhadap dinamika zaman dengan meluncurkan aplikasi Makmur Mandiri Mobile yang memiliki beragam fitur. Digitalisasi layanan ini memudahkan dan mempercepat anggota dalam mengakses layanan koperasi seperti mengecek saldo simpanan dan transfer antarrekening maupun pembayaran listrik, air dan lainnya.
Pengembangan layanan digital juga meningkatkan citra positif koperasi yang modern dan menumbuhkan kepercayaan anggota serta masyarakat. Koperasi sebagai kumpulan orang membutuhkan trust untuk menjaga keberlangsungan usaha. Dalam banyak studi, digitalisasi menjadikan organisasi bisnis lebih transparan dan akuntabel.
Berkat inovasi dan peningkatan kualitas layanan yang dilakukan, koperasi yang didirikan pada 22 Juni 2009 itu semakin bertaji. Pada usia 17 tahun, KMM membukukan aset sebesar Rp1,5 triliun dan anggota sebanyak 174.087 orang dengan penyaluran pinjaman mencaai Rp919,29 miliar. Selain itu, jaringannya meluas dengan 203 kantor cabang di 25 provinsi.
“Kalau tidak bisa menjadi yang terbesar, kami ingin menjadi yang tersebar di seluruh Indonesia,” ungkap Tumbur seraya merendah.
Selain inovator yang andal, pria kelahiran 29 Januari 1965 di Tanjung Bunga, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, itu juga piawai memotivasi jajarannya. Ini ditunjukan dengan kompetisi antarmanajer dalam meraih jumlah SHU terbanyak. Bagi manajer cabang yang mencapai target tertentu akan mendapatkan bonus materi yang menarik.
Selama 17 tahun memimpin, Tumbur menjadi contoh nyata bahwa inovasi dan kemampuan manajerial yang baik disertai dengan tata kelola terbukti menumbuhkan usaha koperasi. (Dje).





