hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Gelar RAT Ke-30, Bersiap Menjadi Holding Koperasi

Rencana besar tengah disiapkan Kopdit Pintu Air untuk meningkatkan skala ekonomi dalam satu ekosistem Group.

KSP Kopdit Pintu Air telah melaksanakan RAT XXX Tahun Buku 2025 sebagai bagian dari tata kelola dan kepatuhan terhadap regulasi. Acara yang digelar di Aula Sumur Yakub, Gedung Kantor Pusat Kopdit Air di Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Maumere Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur itu dibuka secara resmi oleh Deputi Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih secara daring.

Rangkaian acara RAT bertema “Wujudkan Kemandirian Anggota Menuju Holding Company Koperasi Pintu Air Group” itu dimulai dengan Misa Syukur sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME yang telah membimbing Kopdit Pintu Air dalam menjalankan aktivitas usahanya. Seluruh peserta dan segenap tamu undangan mengikuti Misa ini dengan penuh penghayatan dan tertib.

Dalam sambutannya, Deputi Henra mengapresiasi pelaksanaan RAT ke-30 Kopdit Pintu Air yang tepat waktu dan sesuai aturan. Ini mencerminkan penerapan prinsip tata kelola yang baik seperti transparansi dan akuntabilitas. Selain itu, pencapaian kinerja dan kiprah kopdit terbesar di Indonesia ini juga mendapatkan pujian dari Kemenkop.

“Kopdit Pintu Air telah memberikan kontribusi nyata pada peningkatan kesejahteraan anggotanya dan melaksanakan tata kelola melalui penyelenggaraan RAT ini,” kata Henra.

Acara RAT yang diselenggarakan secara hybrid (daring dan luring) tersebut turut dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, pejabta Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Koperasi Kabupetan Sikka, Ketua Inkopdit Wara Sabon Dominikus, Tokoh Penggerak Koperasi Romanus Woga, Direktur Koperasi BMI Group, Pengurus Kopdit Obor Mas, Dirut Asta Kanti Rudi Pahala, dan sejumlah tamu undangan lainnya.

Sejak didirikan 31 tahun silam, Kopdit Pintu Air sangat peduli pada kaum marjinal dengan profesi petani, peternak, nelayan, dan buruh. Selain menyalurkan pinjaman, pengelola juga memberikan pendampingan dalam pengembangan usaha anggota. Dengan slogan “Kau susah aku bantu, aku susah kau bantu”, semangat solidaritas benar-benar diterapkan.

Deputi juga mendorong koperasi-koperasi besar seperti Kopdit Pintu Air untuk menjadi mentor atau “kakak asuh” bagi pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Kami berharap Kopdit Pintu Air tetap menjadi motor penggerak ekonomi rakyat sekaligus menjadi kakak asuh bagi KDKMP,” ungkap Henra.

Untuk diketahui, saat ini Kementerian Koperasi saat ini tengah menjalankan tiga agenda utama, yakni rebranding koperasi, digitalisasi koperasi, serta pembaruan tata kelola koperasi. Sosialisasi dan dorongan pembentukan KDKMP juga terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan sama, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Menyampaikan apresiasi atas kinerja Kopdit Pintu Air yang telah membantu peningkatan kesejahteraan anggota.

“Kopdit Pintu Air merupakan contoh nyata kekuatan ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari akar rumput dan kini berkembang menjadi salah satu lembaga keuangan berbasis anggota terbesar di NTT dengan jangkauan hingga berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Gubernur Melki.

Menurutnya, koperasi memiliki peran penting bagi masyarakat NTT yang sebagian besar menggantungkan hidup pada sektor pertanian, kelautan, peternakan, dan UMKM. Kopdit Pintu Air hadir sebagai jembatan yang mempertemukan kebutuhan masyarakat dengan akses permodalan yang lebih manusiawi.

Melalui koperasi, masyarakat kecil yang sebelumnya tidak terjangkau layanan perbankan kini memiliki peluang untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Gubernur Melki juga mendorong agar koperasi juga turut memperkuat sektor produktif dan hilirisasi usaha anggota.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Menteri UMKM agar koperasi semakin masuk ke sektor-sektor produktif. Dengan begitu, koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan pinjam, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi riil yang memberi nilai tambah bagi anggota,” pungkasnya.

Harapan Gubernur Melki tersebut sudah dilakukan oleh Kopdit Pintu Air dengan mendirikan sejumlah perusahaan anak yang bergerak di sektor riil seperti produksi air minum dalam kemasan merek Rotat, media Ekorantt, garam, pariwisata, minyak kelapa dan lainnya. Kini usaha produktif tersebut akan dikondolidasikan melalui pembentukan Holding Koperasi Sekunder Pintu Air Group.

Yakobus Jano, Ketua Pengurus Kopdit Pintu Air mengungkapkan kinerja koperasi yang dipimpinnya terus bertumbuh dengan semangat solidaritas yang semakin kuat.  “Solidaritas anggota terus ditingkatkan dan kami berencana melakukan holdingisasi agar besaran SHU lebih meningkat demi kesejahteraan anggota yang lebih baik,” ujar Jano.

Per 31 Desember 2025, aset Kopdit Pintu Air mencapai Rp2,62 triliun, tumbuh sebesar 15,25% dibanding tahun sebelumnya senilai Rp2,27 triliun. Peningkatan aset ini tidak lepas dari kenaikan pinjaman anggota menjadi sebesar Rp2,19 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,92 triliun.

Ekuitas atau kekayaan bersih sebesar Rp1,02 triliun pada 2025, meningkat sebesar Rp679,47 miliar atau 136,18% dibanding tahun sebelumnya. Jumlah anggota mencapai 422.089 orang pada 2025, bertambah 41.605 anggota dibanding 2024 sejumlah 380.484 orang. Peningkatan anggota mencerminkan kepercayaan yang semakin besar dari masyarakat kepada Kopdit Pintu Air. Pengurus dan pengelola terus berupaya meningkatkan keaktifan anggota.

“Dukungan nyata dari anggota baik menyimpan dan meminjam sangat penting dalam meningkatkan usaha koperasi,” tegas Jano.

Terkait dengan rencana pembentukan holding Koperasi Pintu Air Group, saat ini sedang dilakukan kajian internal secara mendalam. Studi banding ke koperasi lain yang telah melakukan praktik tersebut juga telah dilakukan. Pembentukan holding ini bertujuan untuk memperkuat ekonimi sirkular koperasi dalam satu ekosistem.

Memasuki 2026, sejumlah strategsi sudah disiapkan untuk mencapai target 543.769 anggota. Untu mewujudkannya, setiap kantor cabang dan KCP ditargetkan menambah anggota baru 130 orang perbulan. Jumlah pinjaman ditargetkan naik sebesar 30% menjadi Rp2,85 triliun dan simpanan anggota sebesar Rp1,77 triliun.

Jano meyakini dengan kekompakan dan dukungan anggota target tersebut dapat tercapai bahkan terlampaui. “Pengurus dan pengelola terus meningkatkan kerja sama dalam meningkatkan partisipasi anggota, termasuk mengimbau keaktifan anggota yang pasif,” pungkasnya. (Dje)

pasang iklan di sini
[koko_analytics_counter]
octa vaganza