
PeluangNews, Jakarta-Kemarau mulai menekan ketersediaan air untuk pertanian di sejumlah wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Untuk mencegah kondisi tersebut mengganggu produktivitas sawah, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengoptimalkan Bendungan Semantok sebagai sumber tambahan pasokan air bagi jaringan irigasi yang melayani ribuan hektare lahan pertanian.
Melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Kementerian PU menyiapkan suplesi air sebesar 1,5 meter kubik per detik ke Daerah Irigasi (D.I.) Waduk Bening. Tambahan pasokan tersebut ditujukan untuk menjaga layanan irigasi sekitar 8.845 hektare lahan pertanian, terutama di Kecamatan Rejoso dan wilayah sekitarnya.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan optimalisasi infrastruktur sumber daya air menjadi penting untuk memastikan bendungan yang telah dibangun dapat memberikan manfaat maksimal, khususnya ketika masyarakat menghadapi tekanan akibat kondisi cuaca.
“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga,” kata Dody.
Suplesi dilakukan dengan menambahkan pasokan dari sumber air yang tersedia ke sistem irigasi yang membutuhkan tambahan debit. Saat ketersediaan air menurun akibat kemarau, Bendungan Semantok menjadi salah satu sumber yang dioptimalkan untuk memperkuat pasokan menuju sistem D.I. Waduk Bening.
Bendungan Semantok sebelumnya telah dimanfaatkan untuk mengairi sekitar 1.906 hektare lahan pertanian. Infrastruktur tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang 25,92 kilometer saluran primer dan 78,20 kilometer saluran sekunder.
Jaringan tersebut menjadi bagian dari sistem layanan air untuk D.I. Bening, D.I. Ngomben, serta wilayah Rejoso. Dengan kapasitas tampungan sekitar 32 juta meter kubik dan luas genangan sekitar 365 hektare, Bendungan Semantok memiliki sejumlah fungsi strategis, tidak hanya untuk irigasi.
Selain mendukung kebutuhan pertanian, bendungan tersebut juga diproyeksikan menyediakan air baku sebesar 312 liter per detik untuk masyarakat di Kecamatan Rejoso, Lengkong, dan Gondang.
Bendungan Semantok juga berperan dalam pengendalian banjir. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mampu mereduksi debit banjir hingga sekitar 137 meter kubik per detik di wilayah hilir Sungai Semantok.
Optimalisasi Bendungan Semantok untuk menyuplai D.I. Waduk Bening menunjukkan bahwa infrastruktur sumber daya air memiliki peran penting dalam menghadapi kondisi ekstrem, termasuk saat musim kemarau.
Kementerian PU terus mendorong pengelolaan sumber daya air secara adaptif dan terintegrasi agar ketersediaan air tetap terjaga. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat keandalan sistem irigasi sekaligus menjaga produktivitas lahan pertanian dan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Nganjuk.








