Sejumlah SPBU mengalami antrean panjang dan situasi kacau akibat keterbatasan stok BBM. SPBU membatasi pembelian. Tapi, setelah harga naik pun, antrean tetap terjadi.

Krisis energi global mulai terasa di berbagai negara menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah. Enam negara berikut sudah mengalami gangguan pasokan BBM,
India. Melansir AlJazeera (25/3), antrean panjang terjadi di SPBU di wilayah Gujarat. Pemerintah mulai mengantisipasi potensi krisis energi dengan menggelar pertemuan lintas partai untuk menjelaskan kepada anggota parlemen terkait situasi Timteng dan dampaknya terhadap pasokan energi. Pemerintah India juga meningkatkan produksi gas domestik untuk mengurangi tekanan pasokan energi.
Thailand. Meskipun harga BBM baru saja naik 6 baht per liter, banyak warga menghabiskan waktu berjam-jam dalam antrean, yang seharusnya digunakan untuk bekerja. SPBU masih melakukan pembatasan pembelian BBM karena masalah penimbunan dan hambatan distribusi. Setelah harga naik pun, antrean panjang tetap terjadi di SPBU, terutama di wilayah perbatasan dengan Cambodia.
Warga khawatir kekurangan BBM akan berlangsung lama. Truk hanya diperbolehkan mengisi BBM senilai 1.000 baht per pengisian, padahal biasanya dibutuhkan setidaknya 2.000 baht untuk bekerja seharian. “Dengan hanya 1.000 baht bahan bakar, saya tidak dapat bekerja bahkan setengah hari, yang mengakibatkan hilangnya pendapatan,” kata seorang pelaku usaha.
Bangladesh. Asosiasi Pemilik SPBU Bangladesh mendesak pemerintah meningkatkan keamanan di SPBU dan bahkan mengancam akan menghentikan pasokan BBM jika situasi tidak terkendali. Pekerja SPBU juga mengalami tekanan besar dan sering berdebat dengan pelanggan. Dilaporkan ada pengendara yang mengancam akan membakar SPBU.
Australia. Menteri Energi Chris Bowen menyatakan sebanyak 520 SPBU di seluruh negeri saat ini kehabisan setidaknya satu jenis bahan bakar. Kekurangan BBM terjadi di berbagai wilayah, antara lain: New South Wales: 178 SPBU kehabisan solar dan 48 SPBU kehabisan BBM; Victoria: 72 SPBU kehabisan solar dan 45 kehabisan bensin; Queensland: 55 SPBU kehabisan solar dan 33 kehabisan bensin Australia Barat, Australia Selatan, Tasmania, dan Australian Capital Territory juga mengalami kekurangan pasokan BBM.
Laos. Antrean panjang terjadi di banyak SPBU di ibu kota Vientiane. Lebih dari 40% dari 2.500-an SPBU di Laos dilaporkan tutup. Laos sangat bergantung pada impor BBM dari Thailand. Ketika Thailand sempat menghentikan ekspor BBM untuk menjaga stok domestik, Laos langsung mengalami panic buying dan stok BBM di Vientiane habis hanya dalam beberapa jam. Harga BBM di Laos juga melonjak tajam. Harga diesel naik hampir 50%.
Bagaimana dengan Indonesia? Antrean BBM juga sempat terjadi di sejumlah daerah di Kalbar. BPH Migas menyatakan ketahanan pasokan BBM di Kalimantan masih terkendali dan suplai ke SPBU telah ditingkatkan sejak 20 Maret. Sejumlah SPBU di Pontianak bahkan dioperasikan 24 jam untuk mengurangi antrean.
Kondisi antrean BBM di Kalbar mulai berangsur normal sejak 22–23 Maret, sementara di Singkawang dan Bengkayang masih dalam kondisi sedang, dan pemerintah masih berupaya mengurai antrean di Sambas dan Landak. Selama periode 9–22 Maret, penyaluran bensin di Kalbar mencapai rata-rata 2.749 kiloliter per hari atau naik sekitar 19,8% dibandingkan kondisi normal. Sementara penyaluran solar rata-rata 1.420 kiloliter per hari atau turun sekitar 3,7% dari kondisi normal.●(Zian)








