Setia pada prinsip dan jati diri koperasi serta didukung inovasi digital dan perluasan jaringan layanan menjadikan Kopdit Pintu Air semakin dipercaya.

Bertahan dan terus berkembang selama lebih dari tiga dekade bukanlah hal mudah untuk usaha koperasi. Namun KSP Kopdit Pintu Air mampu membuktikannya dan semakin dipercaya anggota serta masyarakat. Ini tidak lepas dari komitmen dalam melaksanakan nilai solidaritas sesuai slogan “Kau susah aku bantu, aku susah kau bantu”.
Memasuki usia ke-31 tahun, Kopdit yang dipimpin Yakobus Jano ini terus berinovasi dan adaptif terhadap perkembangan zaman dengan mengembangkan layanan digital serta konsisten melaksanakan pendidikan perkoperasian. Selain itu, konsisten melaksanakan tiga pilar yaitu andalan pada Tuhan, penghormatan terhadap alam/leluhur, dan integritas manusianya.
Yakobus Jano, mengungkapkan usia 31 tahun adalah bukti ketangguhan lembaga dengan anggota terdaftar sejumlah 498.824 orang itu. Namun, Jano mengingatkan bahwa angka besar dalam statistik keanggotaan bukanlah segalanya jika tidak dibarengi dengan keaktifan dan kesadaran.
“Ini umur yang sudah matang. Kita harus merefleksikan kembali kepada semua, baik pengelola maupun anggota, untuk mulai sadar supaya lembaga ini berkembang secara profesional,” tegas Jano.
Kopdit terbesar di Indonesia dari sisi anggota yang berpusat di Dusun Rotat, Desa Ladogahar, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur ini juga terus mengembangkan jaringan kantor cabang yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air. Kini terdapat 59 kantor cabang, 19 kantor cabang pembantu dan 47 Tempat Pelayanan.
Jano berharap, dengan bertambahnya usia Kopdit Pintu Air semakin berkembang dan memberikan manfaat untuk anggota dan masyarakat. Bahkan, mengutip penyair Chairil Anwar, dapat hidup seribu tahun lagi. “Kita harus menjaga agar lembaga ini jangan seperti manusia yang semakin tua semakin redup, tapi justru harus semakin bercahaya,” ungkapnya.
Sementara General Manager Kopdit Pintu Air, Gabriel Pito Sorowutun, menekankan pentingnya keberlanjutan usaha melalui penguatan aspek manajemen. Gabriel mengajak seluruh rekan manajemen untuk memiliki filosofi “Kebun”. Menurutnya, kantor atau lembaga ini bukan sekadar tempat mencari makan, melainkan kebun yang harus diolah dengan penuh rasa memiliki.
“Jangan jadikan tempat ini hanya sebagai tempat cari makan, tapi jadikan betul-betul kebun kita. Kita sudah mengolah kebun ini puluhan tahun, dan dengan kemampuan berinovasi serta berkolaborasi dengan situasi zaman, kita akan terus menghasilkan,” pungkas Gabriel.
Selamat Ulang Tahun ke-31 Kopdit Pintu Air. (Dje).








