RAT KSP Makmur Mandiri 2025: Ketua Pengurus KSP Makmur Mandiri Tumbur Naibaho/dok.peluanngnewsPeluangNews, Bogor – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Makmur Mandiri (KMM) mencatat pertumbuhan signifikan sepanjang 2025. Jumlah anggota koperasi tersebut mencapai 174.848 orang dengan total aset menembus Rp1,5 triliun.
Capaian itu disampaikan dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 di New Karwika Hotel & Resort Cisarua, Bogor, Kamis (5/3/2026), yang digelar KSP Makmur Mandiri. RAT diikuti ratusan anggota secara langsung maupun daring dari berbagai daerah.
Ketua Pengurus KSP Makmur Mandiri Tumbur Naibaho menjelaskan jumlah anggota koperasi meningkat pesat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Per 31 Desember 2025 jumlah anggota mencapai 174.848 orang, meningkat dari 120.907 anggota pada 2024,” kata Tumbur dalam pemaparannya.
Sebanyak 400 anggota hadir langsung dalam RAT tersebut, sementara anggota lainnya mengikuti secara daring dari 203 kantor cabang yang tersebar di 26 provinsi.
RAT Tahun Buku 2025 mengusung tema “Melayani dengan JUARA & SEHAT Bertumbuh Bersama 1.000 Anggota dan Modal Rp2 Miliar di Tiap Kantor Cabang.” Saat ini KSP Makmur Mandiri didukung oleh lebih dari 1.000 karyawan.

Dari sisi kinerja keuangan, koperasi ini mencatat modal sendiri meningkat dari Rp277,37 miliar pada 2024 menjadi Rp360,58 miliar pada 2025.
Sementara itu, aset koperasi juga mengalami kenaikan dari Rp1,3 triliun pada 2024 menjadi Rp1,5 triliun pada 2025.
Untuk Sisa Hasil Usaha (SHU) setelah pajak pada 2025 tercatat sebesar Rp4,3 miliar, lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10 miliar.
Selain usaha inti koperasi, KSP Makmur Mandiri juga memiliki lima anak usaha. Salah satunya PT Karunia Sejati yang berhasil membukukan keuntungan sekitar Rp2,3 miliar.
RAT tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Koperasi. Hadir di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Henra Saragih, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Deputi Bidang Pengawasan Koperasi Herbert Siagian, serta Elviandi R.S. selaku Asisten Deputi Pengembangan Produksi.
Perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga hadir, di antaranya Dr. Daniar Ahmad Nurdianto, Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat. Turut hadir pula perwakilan Dinas Koperasi dan UMKM dari Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Tangerang, dan Karawang, serta Koperasi BMI perwakilan Forkom KBI.
Dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi menekankan bahwa pelaksanaan RAT tepat waktu mencerminkan tata kelola koperasi yang sehat.
“RAT yang dilaksanakan tepat waktu menunjukkan kesadaran bahwa koperasi bukan milik pengurus, tetapi milik anggota. Karena itu kepercayaan tersebut harus dikembalikan kepada anggota melalui RAT,” ujarnya.
Zabadi menegaskan prinsip “dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota” harus diwujudkan dalam praktik nyata agar koperasi benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan anggota.
Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa memiliki di kalangan anggota agar koperasi tidak dikuasai oleh pihak-pihak yang hanya berorientasi pada kapitalisasi modal.
“RAT merupakan momentum kritis bagi koperasi untuk mempertanggungjawabkan seluruh aktivitas selama satu tahun kepada anggota,” kata Zabadi. (Aji)








