hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Pimpin Misa RAT ke-30 KSP Kopdit Pintu Air, Uskup Maumere: Bangun Ekonomi yang Berbelas Kasih

PeluangNews, Maumere – Momentum Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-30 KSP Kopdit Pintu Air menjadi pengingat bahwa kekuatan koperasi tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan aset dan angka-angka ekonomi, tetapi juga pada iman, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.

KSP Kopdit Pintu Air menyelenggarakan Misa Syukur Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-30 Tahun Buku 2025 dengan penuh khidmat. Perayaan ekaristi ini berlangsung di Aula Sumur Yakob, Kantor Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, pada Kamis (5/3/2026).

Misa yang dipimpin langsung oleh Uskup Maumere, Mgr. Edwaldus Martinus Sedu, ini mengusung tema “Perutusan KSP Kopdit Pintu Air: Mengandalkan Tuhan, Membangun Ekonomi yang Berbelas Kasih.”

Dalam khotbahnya, Mgr. Edwaldus merefleksikan kembali sejarah panjang Pintu Air yang bermula dari titik kecil di Desa Rotat.

Uskup menekankan bahwa koperasi ini lahir dari tangan orang-orang sederhana yang memiliki kemauan tulus untuk saling menolong di tengah keterbatasan ekonomi.

“Dari rumah-rumah yang sederhana, benih gerakan koperasi ditanam dengan iman bahwa kesejahteraan bisa dibangun bersama melalui kejujuran dan rasa kekeluargaan yang tulus,” ungkap Mgr. Edwaldus.

Monsinyur menambahkan bahwa nama Pintu Air sendiri merupakan seruan nurani agar keadilan mengalir bagi mereka yang paling kecil dan tersisih, layaknya air yang menyegarkan dahaga.

“Nama Pintu Air juga menjadi doa iman yang terus dideraskan agar aliran rahmat Tuhan menyegarkan batin, menumbuhkan kesejahteraan, dan memelihara keberlanjutan hidup bersama,” tutur Uskup.

Sesuai dengan tema RAT ke-30, Uskup Maumere mengingatkan seluruh pengurus, manajemen, pengawas, dan anggota untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan manusia atau kecerdikan semata dalam mengelola lembaga.

Mengutip Nabi Yeremia, Uskup menegaskan bahwa keberlanjutan koperasi bergantung pada keberanian untuk menaruh harap kepada Tuhan.

“Jangan pernah mengandalkan dunia semata karena jalan itu berakhir pada kesia-siaan, tetapi mengandalkan Tuhan menumbuhkan pengharapan dan berkat yang menetes ke banyak tempat,” tegasnya.

Mgr. Edwaldus juga menyoroti pentingnya etika dalam pengelolaan keuangan. Ia mengingatkan agar keberhasilan koperasi tidak membuat insan Pintu Air menjadi seperti “orang kaya” dalam Injil yang menutup mata terhadap penderitaan sesama.

Sebaliknya, menurut Uskup, pertumbuhan aset dan jaringan yang kini meluas hingga ke berbagai penjuru negeri harus diimbangi dengan tata kelola yang jujur, bertanggung jawab, dan disiplin.

“Pertumbuhan koperasi harus berjalan seiring dengan integritas. Kejujuran dan tanggung jawab adalah fondasi agar lembaga ini tetap dipercaya oleh anggota,” ujarnya.

Uskup Maumere juga berpesan agar Kopdit Pintu Air terus memberikan literasi keuangan kepada anggota sehingga mampu membebaskan mereka dari jeratan kemiskinan, sejalan dengan semangat solidaritas melalui moto “Kau Susah Aku Bantu, Aku Susah Kau Bantu.”

Menutup refleksinya, Uskup menegaskan bahwa RAT bukan sekadar agenda administratif tahunan, melainkan momentum untuk menjaga arah perjuangan koperasi agar tetap berpihak pada kesejahteraan bersama.

“Koperasi ini harus terus mengedepankan tata kelola yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, keberanian mengelola risiko dengan bijak, serta keberpihakan pada yang rentan melalui literasi keuangan yang memerdekakan dan pembagian hasil usaha yang adil kepada anggota,” tutup Uskup.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate