hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Koperasi Kana Jadi Rujukan Penguatan Koperasi Nasional

Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berkunjung ke Koperasi Kana. Foto: Ist
Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) berkunjung ke Koperasi Kana. Foto: Ist

PeluangNews, Surabaya — Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menjadikan Koperasi Kana sebagai salah satu rujukan dalam upaya memperkuat ekosistem koperasi nasional.

Pemerintah menilai pengalaman Koperasi Kana dalam mengelola usaha dan memberdayakan anggota dapat menjadi contoh bagi pengembangan koperasi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, saat melakukan kunjungan kerja ke Surabaya dan Kediri, Jawa Timur, pada 23–24 April 2026.

Kunjungan ini dilakukan untuk melihat secara langsung bagaimana koperasi menjalankan tata kelola usaha, memberdayakan anggota, hingga menjaga keseimbangan antara fungsi sosial dan aktivitas ekonomi.

Menurut Leontinus, koperasi memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Namun, manfaat koperasi hanya dapat dirasakan secara optimal jika dikelola secara profesional, transparan, dan berpihak pada kepentingan anggota.

“Koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kesejahteraan anggota. Tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berbasis kepentingan anggota menjadi kunci agar koperasi bisa tumbuh sehat dan berdaya saing,” ujarnya.

Selama dua hari kunjungan, Leontinus bersama jajaran Kemenko PM meninjau berbagai unit usaha dan sistem pengelolaan Koperasi Kana. Pada Kamis (23/4/2026), rombongan mengunjungi pabrik gula merah PT Indogula Jayabaya di Kediri yang merupakan salah satu unit usaha Koperasi Kana.

Di lokasi tersebut, delegasi melihat langsung proses pengolahan tebu hingga jalur distribusi yang dijalankan koperasi sebagai bagian dari rantai pasok usaha yang terintegrasi.

Sementara pada Jumat (24/4/2026), kunjungan dilanjutkan ke kantor Koperasi Kana di Surabaya. Peninjauan difokuskan pada sistem tata kelola koperasi, mulai dari penerapan standar operasional prosedur (SOP), struktur kelembagaan, manajemen sumber daya manusia, sistem keuangan, hingga alur bisnis secara menyeluruh.

Selain mempelajari tata kelola internal, Kemenko PM juga menyoroti praktik pengelolaan produksi, distribusi, rantai pasok, hingga sistem keuangan yang akuntabel. Hal ini dinilai penting sebagai pembelajaran dalam membangun koperasi yang lebih adaptif, kuat, dan mampu memberikan nilai tambah nyata bagi anggotanya.

Ketua Koperasi Kana, Jonathan Danang Wardhana, menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap langkah ini dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan koperasi.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah penguatan kolaborasi antara pemerintah dan koperasi, terutama dalam memperluas manfaat ekonomi bagi anggota serta membangun model bisnis koperasi yang berdaya saing,” kata Jonathan.

Ia menilai sinergi antara pemerintah dan koperasi menjadi kunci penting dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan, terutama di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang.

Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum berbagi pengalaman untuk memperkuat ekosistem koperasi nasional agar semakin transparan, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.

pasang iklan di sini
octa vaganza