hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

Kementerian PU Tata Pulau Penyengat, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Kian Bersolek

Pulau Penyengat.
Pulau Penyengat.

PeluangNews, Jakarta — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melakukan penataan kawasan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, guna memperkuat fungsi pulau tersebut sebagai destinasi wisata budaya Melayu sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan bagi masyarakat setempat.

Pulau bersejarah yang dikenal sebagai pusat kebudayaan Melayu itu kini ditata secara bertahap melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kepulauan Riau, Direktorat Jenderal Cipta Karya. Sejak 2022, penataan telah menjangkau area seluas 25 hektare yang sebelumnya teridentifikasi sebagai kawasan kumuh.

Penanganan dilakukan dengan pendekatan terpadu, mulai dari peningkatan kualitas jalan lingkungan, pembangunan jaringan drainase, penyediaan air minum melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R), pengelolaan air limbah domestik melalui septic tank komunal, hingga penyediaan ruang terbuka publik.

Langkah tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat, seperti akses mobilitas yang lebih mudah bagi warga dan wisatawan, berkurangnya genangan air, hingga meningkatnya kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.

Tak hanya itu, kawasan yang semakin tertata juga menciptakan lingkungan pesisir yang lebih bersih, nyaman, dan menarik bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kawasan tidak semata berfokus pada pembenahan fisik wilayah, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar, seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik, benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dody.

Memasuki tahap lanjutan pada 2025, penataan difokuskan pada penguatan identitas Pulau Penyengat sebagai destinasi wisata budaya unggulan. Intervensi dilakukan melalui penataan Plaza Penyambut Tamadun Melayu, pelataran balai adat, penataan lanskap kawasan, pembangunan ruang cerita (storytelling dan artwork), hingga peningkatan kualitas jalan lingkungan.

Pulau Penyengat sendiri memiliki nilai historis tinggi sebagai salah satu pusat sejarah Melayu. Salah satu ikon utamanya adalah Masjid Sultan Riau yang menjadi magnet wisata religi dan budaya di Kepulauan Riau.

Dengan penataan yang semakin terarah, kawasan ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan berkembangnya layanan wisata berbasis masyarakat.

Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan dari desa atau dari bawah, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.

Kementerian PU berharap penataan kawasan Pulau Penyengat dapat terus berlanjut secara berkelanjutan agar tidak hanya meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga memperkuat perannya sebagai pusat pelestarian budaya Melayu dan destinasi wisata unggulan di Provinsi Kepulauan Riau.

 

pasang iklan di sini
octa vaganza