hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi

KBQ Baburrayyan Terima Penghargaan Berkat Strategi Bisnis Berkelanjutan

operasi Produsen Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan asal Aceh Tengah meraih penghargaan Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026. Foto: Peluang
Koperasi Produsen Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan asal Aceh Tengah meraih penghargaan Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026. Foto: Peluang

PeluangNews, Jakarta-Keberhasilan koperasi menembus rantai pasok global dinilai semakin membuktikan bahwa model usaha berbasis anggota mampu bersaing di pasar internasional sekaligus menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Capaian tersebut mengantarkan Koperasi Produsen Baitul Qiradh (KBQ) Baburrayyan asal Aceh Tengah meraih penghargaan Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 untuk kategori Koperasi Berkembang – Terbaik Peduli Lingkungan.

Penghargaan diserahkan dalam ajang Best Cooperatives Sustainability Performance Award 2026 yang diselenggarakan Peluang Media Group di Auditorium Kementerian Koperasi, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Ajang tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada koperasi-koperasi yang dinilai berhasil menunjukkan kinerja unggul, tata kelola yang baik, serta komitmen terhadap prinsip pembangunan berkelanjutan.

Pengakuan tersebut melengkapi rekam jejak KBQ Baburrayyan sebagai salah satu koperasi kopi Indonesia yang berhasil menembus pasar ekspor. Koperasi ini dikenal sebagai pemasok biji kopi arabika organik bagi jaringan global Starbucks melalui rantai pasok yang memenuhi standar keberlanjutan dan sertifikasi internasional.

Perjalanan bisnis KBQ Baburrayyan tidak diraih secara instan. Berdiri pada 1995 dengan modal awal sekitar Rp6 juta, operasional koperasi sempat terhenti akibat konflik di Aceh pada 2000. Kebangkitan dimulai pada 2002 di bawah kepemimpinan Rizwan Husin sebelum memasuki fase transformasi bisnis pada 2006 melalui kemitraan dengan USAID pascatsunami Aceh.

Transformasi tersebut membuka akses koperasi ke pasar ekspor. KBQ Baburrayyan kemudian berkembang menjadi eksportir kopi arabika organik dan mampu memangkas rantai distribusi konvensional dengan memasok green bean secara langsung ke jaringan Starbucks di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Kinerja usaha yang terus bertumbuh turut memperkuat fondasi keuangan koperasi. Seiring volume ekspor yang mencapai sekitar 50 kontainer per tahun, aset KBQ Baburrayyan pada periode 2025 hingga pertengahan 2026 diproyeksikan meningkat dari capaian historis sebesar Rp13,9 miliar, dengan omzet tahunan yang sebelumnya tercatat mencapai Rp109,7 miliar.

Pertumbuhan tersebut didukung oleh ekosistem usaha yang terintegrasi, melibatkan lebih dari 4.405 petani anggota yang mengelola sekitar 5.526 hektare perkebunan kopi bersertifikasi internasional. Dari sisi hilir, koperasi juga memiliki fasilitas pengolahan kopi berstandar ekspor, gudang pengemasan modern, serta menerapkan teknologi produksi yang mendukung ekonomi sirkular.

Penghargaan di bidang lingkungan tersebut tidak terlepas dari konsistensi koperasi dalam menerapkan standar budidaya organik. Manajemen KBQ Baburrayyan menerapkan pengawasan ketat terhadap praktik budidaya dengan memberikan sanksi hingga pencabutan keanggotaan bagi petani yang menggunakan bahan kimia sintetis pada tanaman kopi.

Selain menjaga kualitas produk, koperasi juga menjalankan berbagai program konservasi lingkungan, di antaranya pemberian insentif kepada masyarakat yang menanam pohon pelindung di kawasan perkebunan kopi. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan ekosistem sekaligus memenuhi standar sertifikasi internasional, termasuk Specialty Coffee Association (SCA) dan Fairtrade.

Melalui model bisnis yang mengintegrasikan pemberdayaan petani, akses pasar ekspor, dan praktik usaha berkelanjutan, KBQ Baburrayyan menunjukkan bahwa koperasi mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi komoditas unggulan Indonesia di pasar global.

pasang iklan di sini
octa vaganza