
Angka deforestasi di Indonesia melonjak hingga dua kali lipat pada masa pemerintahan Presiden Prabowo. Semua pulau besar mengalami perluasan deforestasi, tertinggi terjadi di Papua. Analisis Auriga Nusantara mengungkap, terjadi 433.751 ha deforestasi di seluruh Indonesia pada 2025, yang tahun sebelumnya 261.575 ha.
Berdasarkan total luasan deforestasi pada 2025, Kalimantan masih menempati posisi teratas dengan 158.283 ha. Kalimantan bahkan telah memuncaki daftar data deforestasi sejak 2013, Sumatera di posisi kedua dengan 144.150 ha; Papua 77.678 ha; Sulawesi 39.685 ha; Maluku 7.527 ha; Bali dan Nusa Tenggara 4.209 ha; serta Jawa 2.221 ha.
Dilihat dari tingkat perluasannya, Papua mengalami deforestasi paling signifikan. Angka deforestasi di Papua meningkat 60.337 ha (348%) dari angka deforestasi 2024. “Kita harus hati-hati dalam 2-3 tahun lagi, deforestasi tertinggi akan terjadi di Papua,” kata Direktur Auriga, Nusantara Timer Manurung.
Dari total 433.751 ha lahan terdeforestasi di Indonesia, sebanyak 71% di antaranya terjadi di kawasan hutan. Baik itu hutan lindung, hutan produksi, hutan produksi konversi, hutan produksi terbatas, maupunn kawasan konservasi. Rinciannya, deforestasi seluas 80.213 ha terjadi di hutan lindung; 96.354 ha di hutan produksi; 25.406 ha di hutan produksi konversi; 80.812 ha di hutan produksi terbatas; serta 25.077 ha di kawasan konservasi. Seluas 125.890 ha deforestasi lainnya terjadi di area penggunaan lain atau APL.
Kawasan konservasi yang mengalami deforestasi paling tinggi adalah Taman Nasional Kerinci Seblat seluas 6.362 ha. Padahal, area ini menjadi rumah bagi ribuan spesies tumbuhan dan hewan yang sebagian termasuk langka dan endemik. TN ini juga dihuni ragam spesies fauna terancam punah seperti harimau Sumatera, badak Sumatera, dan gajah Sumatera. TN Kerinci Seblat mencakup wilayah Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu, dan Sumatera Selatan dengan luas area 1,38 juta ha.
Deforestasi juga terjadi di kawasan konservasi lainnya, seperti di Suaka Margasatwa Pegunungan Jayawijaya (3.210 ha), TN Gunung Leuser (1.379 ha), Taman Buru Lingga Isaq (1.199 ha), dan Cagar Alam Enarotali (1.049 ha). Juga di kawasan Batang Toru (5.021 ha), salah satu area yang mengalami banjir dan longsor pada akhir tahun lalu.●








