
Peluangnews, Jakarta – Upaya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul terus dilakukan oleh Perpustakaan Nasional. Dengan dibukanya perpustakaan sampai ke desa terpencil di Kabupaten Bone, Sulawesi Tenggara, agar ada peningkatan literasi masyarakat di berbagai daerah.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar mengatakan, literasi masyarakat yang kuat diperlukan agar sebuah negara bisa tumbuh maju dan modern. Dengan kuatnya budaya baca dan literasi, masyarakat akan menjadi inovatif kreatif, produktif, dan sejahtera.
“Bahkan negara maju yang tidak memiliki sumber daya alam yang menguntungkan, penduduknya bisa sejahtera dengan perilaku membaca dan budaya literasi yang kuat,” ujar Adin pada kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Tenggara, Senin (19/6/2023).
Deputi Perpusnas menjelaskan, bahwa tingkat literasi masyarakat yang tinggi bisa memberikan dampak yang luas pada berbagai sektor pembangunan. Contohnya meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan ekonomi negara yang lebih kuat.
Lebih lanjut, dia mengungkapkan, Perpusnas terus berupaya menghadirkan berbagai program literasi untuk kesejahteraan yang berfokus pada pembangunan manusia berpengetahuan. Salah satunya Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS).
“Kegiatan ini merupakan perwujudan visi misi Presiden Jokowi tentang penguatan sumber daya manusia dimana penguatan literasi dijadikan sebagai program prioritas nasional. Perpusnas akan terus meningkatkan akses masyarakat terhadap perpustakaan yang berbasis inklusi sosial,” tutur Adin.
Di Kabupaten Bone menurut dia, Perpusnas telah memberikan dukungan peningkatan literasi untuk kesejahteraan melalui Program TPBIS untuk 7 desa. Secara mandiri juga telah dikembangkan di 86 desa lainnya oleh Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.
“Program TPBIS menjadi inkubator bagi para pelaku usaha di daerah dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan yang diberikan,” ucap Adin.
Bupati Bone A. Fashar M. Pandjalangi mengatakan, pihaknya akan terus memberikan dukungan pada program peningkatan literasi di daerahnya. “Kami mengupayakan berbagai program peningkatan literasi di Kabupaten Bone bisa terus sejalan dengan program yang dijalankan Perpusnas,” kata Fashar.
Dia menyayangkan, meskipun sudah beberapa desa di Kabupaten Bone telah memiliki perpustakan desa namun belum dapat memenuhi standar perpustakaan yang baik.
“Memang, untuk memenuhi standar perpustakaan yang bagus akan sulit dilakukan tanpa adanya dukungan anggaran,”ungkap Fashar.
Untuk itu, Fashar berharap, sinergi dan kolaborasi bisa terus dilakukan bersama pemerintah pusat agar bisa menjadi stimulasi pembangunan perpustakaan desa dan taman baca masyarakat di Kabupaten Bone.
Dia meminta, agar Perpusnas memberikan bantuan koleksi bagi perpustakaan desa yang sudah ada maupun yang akan dibangun.
“Tolong bantu juga berikan buku yang dapat membuka wawasan untuk pengembangan usaha masyarakat dengan memberdayakan kearifan lokal yang ada. Dan juga yang dapat menciptakan inovasi-inovasi masyarakat desa,” tutur Fashar.
Sejalan dengan hal tersebut, Anggota Komisi X DPR RI Andi Muawiyah Ramli mengatakan, bawah literasi menjadi salah satu hak masyarakat yang diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945. “Mandatorinya adalah bagaimana kita semua berupaya mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Dia menegaskan, sebagai salah satu mitra Komisi X DPR RI, Perpusnas akan terus mendapatkan dukungan untuk penambahan anggaran dalam upaya peningkatan literasi masyarakat melalui kesejahteraan karena anggaran yang diberikan saat ini terhitung sangat kecil. (alb)





