hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Tingkatkan Produksi Migas, Pemerintah Tawarkan 10 Wilayah Kerja Baru

Peluangnews, Jakarta – Untuk meningkatkan produksi minyak dan gas (migas) dan mendorong penemuan-penemuan baru, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menawarkan 10 wilayah kerja (WK) migas baru pada tahun 2024.

“Pemerintah akan tawarkan ke investor terhadap ladang migas baru. Dengan insentif untuk kontrak bagi hasil, kebijakan itu di sektor hulu dan hilir gas bumi,” ujar Direktur Pembinaan Program Migas Kementerian ESDM Mustafid Gunawan dalam keterangannya, Kamis (15/6/2023).

Selain itu, untuk mendukung pengelolaan gas, Pemerintah melakukan pengaturan di sektor hulu dan hilir gas bumi. Di sektor hulu, telah ditetapkan Permen ESDM Nomor 34 Tahun 2020 tentang Alokasi Gas Untuk Ketenagalistrikan. Di hilir, ditetapkan Peraturan Menteri Nomor 19 Tahun 2021 tentang Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.

Pemerintah juga berkepentingan untuk merancang kawasan industri yang berbasis energi gas. “Lokasi kawasan industri akan didekatkan dengan sumur gas. Kita berharap hal ini menjadikan industri dapat lebih efisien,” ungkap Mustafid.

Sementara upaya lain untuk menggenjot penggunaan gas adalah pengembangan gas kota. Program ini bertujuan untuk menyediakan energi yang bersih, murah, efisien dan ramah lingkungan. Pemerintah telah menyiapkan peta jalan untuk menghubungkan sekitar satu juta rumah tangga dengan skema KPBU.

Mustafid menyampaikan, bahwa pembangunan infrastruktur gas yang saling terkoneksi melalui pembangkit listrik gas atau pipa virtual, harus mengakomodasi infrastruktur yang ada. Regulasi dan kerangka perencanaan jaringan gas perlu diuraikan secara rinci sesuai dengan skala ekonomi yang terkait dengan kapasitas dan lokasi infrastruktur. Aturan dan regulasi yang akomodatif untuk menyeimbangkan keterjangkauan konsumen, harga gas di kepala sumur, serta pengembalian investasi dan pengeluaran operasi infrastruktur gas.

“Sebagai informasi, progres pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang (CISEM) Tahap I (ruas Semarang-Batang) berdasarkan data per 25 Mei 2023 sudah mencapai 91,35%. Pembangunan proyek pipa gas CISEM Tahap I tidak mengalami kendala yang berarti,” beber Mustafid.

Dalam mengelola gas, lanjut dia, Indonesia memiliki empat prioritas utama untuk bisnis gas. Yang pertama adalah percepatan pemanfaatan gas domestik. Pemanfaatan gas domestik pada tahun 2022 mencapai 68% dari total gas yang dimonetisasi dengan mendongkrak penciptaan permintaan gas bumi.

“Prioritas kedua adalah mengamankan pasokan gas dan LNG untuk menambah cadangan gas Indonesia dengan mengintensifkan kegiatan hulu baik eksplorasi maupun eksploitasi. Ketiga, mengintegrasikan infrastruktur gas dan menciptakan solusi yang inovatif. Misalnya, jalur transmisi dan distribusi, lebih dari 1000 MMSCFD infrastruktur regas, LNG Skala Kecil, LNG dalam tangki portabel dan LNG untuk truk,” papar Mustafid.

Prioritas yang keempat, kata dia, menyediakan gas yang andal dan terjangkau bagi pelanggan akhir dengan menciptakan konstruksi pipa distribusi yang hemat biaya dan marjin perdagangan yang adil serta mengatur harga gas untuk sektor strategis seperti listrik, rumah tangga, transportasi dan industri tertentu.(alb)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate