Peluangnews, Jakarta – Technical director rilis album Anthology 50th Anniversary, Ezekiel Rangga melihat momentum pameran koleksi Masterpiece God Bless di Museum Nasional pada akhir tahun ini merupakan sejarah yang berpadu dengan budaya music Indonesia. Pameran tersebut juga bertepatan dengan momentum repatriasi koleksi ratusan artefak Indonesia dari Belanda.
“Yang harus dicatat, (rencana pameran koleksi Masterpiece God Bless) the one and only, (satu-satunya) band Indonesia yang berpameran di museum nasional,” ujar Rangga mengatakan kepada Redaksi, Senin (14/8/2023).
Genap di tahun 2023 ini, band rock legendaris God Bless merayakan pencapaian usia emas berkarir dan membangun industry music, khususnya genre hard rock. Menapaki karir music selama 50 tahun, sampai menjadi ikon musik rock Indonesia, God Bless dianggap luar biasa. God Bless, ibaratnya insan seni budaya bangsa yang telah membuktikan eksistensi karyanya di belantika musik Indonesia.
“(rencana pameran) pertama kalinya. Sebuah band berpameran di salah satu cagar budaya, (yakni) Museum Nasional. Pameran ini mungkin menjadi coretan baru sejarah khususnya music Indonesia. Karena God Bless adalah the living legend,” kata Rangga.
Perjalanan karir God Bless, salah satunya ketika Achmad Albar (vokalis) yang sempat menetap di Belanda (sejak 1960) akhirnya kembali ke Indonesia. Di tanah air ia melihat dan mengamati kehidupan bermusik masyarakat Jakarta.
Di negara kincir angin Iye (sapaan akrab Achmad Albar) ternyata sudah bermain music dengan group yang personilnya orang Belanda (1966 – 1967). Selain itu, milestone Ian Antono (gitaris) yang baru datang dari Malang, Jawa Timur, tiba di Jakarta dan mulai meniti karir bermusik.
“Om Iye, Om Ian Antono, Om Hendra Lie (executive producer Anthology 50th Anniversary) merupakan the whole story dari rangkaian kegiatan HUT ke 50 God Bless. Sehingga (selama pameran di Museum Nasional), pakaian pertama yang dikenakan (personel God Bless) pada tahun 1973, akan dibuat replikanya. Ada mixer nya yang masih dimanfaatkan, mesin pita kaset (tape recorder) dari awal sampai sekarang dipakai God Bless. Semua item pameran merefleksi milestone karir bermusik God Bless selama 50 tahun,” kata Rangga. (alb)





