
PeluangNews, Jakarta – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja menteri dalam Kabinet Merah Putih (KMP) mencapai 70%. Demikian Survei Cyrus Network yang disampaikan peneliti utama, lembaga survei itu, Syahril Ilhami.
Syahril merinci bahwa sebanyak 67,3% responden menyatakan puas dan 2,7% menyatakan sangat puas. Sedangkan 24% responden menyatakan tidak puas.
Survei ini juga merilis kementerian dengan kinerja terbaik di KMP yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.
“Mayoritas kementerian memiliki penilaian yang cukup bagus. Dengan jarak skor di 10 kementerian teratas hanya 3%. Jarak yang tidak terlalu jauh secara statistik,” ujar Syahril Ilhami dalam konferensi pers hasil survei nasional, dikutip Rabu (15/4/2026).
Dia mengungkapkan bahwa ada lima kementerian yang dianggap memiliki kinerja terbaik di KMP. Yakni, Kementerian Keuangan (89,2%), Kementerian Kesehatan (86,8%), Sekretariat Kabinet (86,3%), Kementerian Pertanian (86,1%), dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (86%).
Sedangkan untuk kategori Kementerian Koordinator, skor tertinggi didapatkan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (Kemenko PMK) dengan skor 80,3%, Kementerian Koordinator Bidang Pangan (80,1%), dan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (79,5%).
Sementara itu, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dinilai berkinerja baik oleh 75,1 persen responden, serta Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan oleh 74,1% responden.
Survei Cyrus Network juga merilis tingkat popularitas dari pengenalan masyarakat terhadap kementerian. Hanya ada dua kementerian yang konsisten dikenal secara luas, yakni Kementerian Keuangan dan Sekretaris Kabinet.
“Ini bisa kita lihat bahwa dua kementerian ini cukup aktif ke publik untuk menyampaikan mereka sedang kerjakan atau publik senang dengan komunikasi yang mereka sampaikan,” kata Syahril.
Survei Cyrus melibatkan 1.260 responden yang diwawancarai secara tatap muka dan tersebar di 126 desa/kelurahan di 38 provinsi di Indonesia pada periode 1–5 April 2026. Responden merupakan WNI berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Pengambilan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling, dengan tingkat kepercayaan (Significant level) 95% dan margin of error ±2,82%. []








