hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

Rehabilitasi Irigasi Rp107,28 Miliar di Riau Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Foto dok. Kementerian PU

PeluangNews, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, pemerintah berupaya memastikan pasokan air irigasi mengalir secara optimal hingga ke lahan-lahan pertanian yang selama ini belum terlayani secara maksimal.

Komitmen tersebut ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau rehabilitasi Daerah Irigasi (D.I.) Rawa Sawah di Desa Pulau Komang, Kecamatan Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Selasa (4/8).

Menurut Menteri Dody, keberhasilan sektor pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air yang andal. Karena itu, rehabilitasi jaringan irigasi menjadi salah satu prioritas pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam menjalankan musim tanam.

“Kementerian PU memastikan air yang ada di bendungan, bendung, dan sungai bisa mengalir ke sawah-sawah terjauh. Kami melakukan rehabilitasi daerah irigasi yang menjadi kewenangan pusat, provinsi, kabupaten, dan kota karena sudah ada Inpres Irigasi Nomor 2 Tahun 2025 yang memungkinkan kami mengerjakan irigasi kewenangan non Pemerintah Pusat,” ujar Dody.

Ia menambahkan, jaringan irigasi yang berfungsi optimal akan meningkatkan keandalan distribusi air sehingga petani dapat mengatur pola tanam dengan lebih baik. Dampaknya, intensitas tanam maupun hasil panen berpotensi meningkat secara berkelanjutan.

Daerah Irigasi Rawa Sawah memiliki luas baku mencapai 471 hektare dengan luas fungsional saat ini sekitar 129,2 hektare. Kawasan tersebut memiliki produktivitas padi berkisar 3,5 hingga 4,5 ton per hektare dengan indeks pertanaman (IP) antara 100 hingga 200.

Melalui rehabilitasi yang tengah berlangsung, pemerintah menargetkan peningkatan kualitas pelayanan irigasi sehingga pemanfaatan lahan pertanian dapat semakin optimal.

Pekerjaan di D.I. Rawa Sawah merupakan bagian dari Program Peningkatan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Utama Kewenangan Daerah Tahap III berdasarkan Inpres Nomor 2 Tahun 2025. Paket ini termasuk dalam rehabilitasi tujuh daerah irigasi di Kabupaten Kuantan Singingi dengan total anggaran sebesar Rp14,84 miliar.

Lingkup pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran sepanjang 430,5 meter, normalisasi saluran sepanjang 1,2 kilometer, serta rehabilitasi satu unit bendung bronjong sepanjang 56 meter. Infrastruktur tersebut ditargetkan mampu meningkatkan layanan irigasi pada lahan seluas 125 hektare sekaligus mengurangi kehilangan air di sepanjang saluran.

Secara lebih luas, pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 di Provinsi Riau mencakup rehabilitasi daerah irigasi di lima kabupaten, yakni Kabupaten Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Indragiri Hilir, dan Kepulauan Meranti.

Program tersebut memiliki total anggaran sebesar Rp107,28 miliar dengan target rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 429,42 kilometer. Rinciannya meliputi 242,44 kilometer pada Tahap I, 182,45 kilometer pada Tahap II, dan 4,525 kilometer pada Tahap III.

Sementara itu, manfaat layanan irigasi yang dihasilkan diproyeksikan mencapai 18.453 hektare lahan pertanian, terdiri atas 15.236 hektare pada Tahap I, 2.534 hektare pada Tahap II, serta 683 hektare pada Tahap III.

Melalui percepatan rehabilitasi jaringan irigasi, Kementerian PU berharap produktivitas pertanian di berbagai daerah terus meningkat, mendukung target swasembada pangan nasional, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis sektor pertanian. Program ini juga menjadi bagian dari implementasi Visi PU 608 yang menempatkan infrastruktur sebagai penggerak produktivitas, keberlanjutan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

pasang iklan di sini
octa vaganza