Penelitian menyimpulkan koperasi layak dijadikan mitra bagi perusahaan dalam menjalankan program tanggung jawab sosial berkelanjutan.

Keseriusan Kopsyah BMI dalam melaksanakan tanggung jawab sosial menarik minat banyak pihak, termasuk akademisi seperti Risa Bhinekawati, peneliti dari Sekolah Tinggi Ekonomi dan Perbankan Islam Mr. Sjafruddin Prawiranegara. Doktor perempuan ini meriset cara koperasi menciptakan nilai ekonomi sekaligus nilai sosial melalui berbagai program pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas anggota dan kesejahteraan masyarakat.
Hasil risetnya bersama tim Kopsyah BMI disajikan dalam paper berjudul “Community Empowerment through Cooperatives’ Business and Social Responsibilities: Empirical Evidence from Indonesia” pada ajang 24th SRRNet International Conference on Corporate Social Responsibility and Sustainability, di Cluj-Napoca, Rumania, 9–12 September 2026.
Konferensi yang diselenggara-kan oleh Faculty of Business, Babes-Bolyai University, bersama Social Responsibility Research Network (SRRNet) tersebut mempertemukan akademisi, peneliti dan praktisi dari berbagai negara untuk membahas perkembangan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan di tengah tantangan global.
Namun karena terkendala soal visa, Risa mewakilkan presentasinya kepada Dr. Andreea Seulean dari Fakultas Bisnis Universitas Babes Bolyai. Ini telah mendapatkan persetujuan dari panitia konferensi tersebut.
“Meskipun secara pribadi saya tidak dapat mempresentasikan makalah tersebut di konferensi karena masalah visa, namun
Dr. Shahla Seifi, yang menjabat sebagai ketua konferensi SRRNet, juga sangat mendukung kehadiran presenter pengganti. Dr. Andreea-Angela Seulean dan tim peneliti saya telah berkomunikasi online untuk memastikan presentasi berjalan dengan baik” ujar Risa.
Penelitian menggunakan populasi 243.301 anggota Kopsyah BMI dan memperoleh 802 responden melalui kuesioner dengan skala Likert. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan Stata 16 melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik dan regresi linear berganda.
Penelitian fokus pada empat bentuk modal yang dikembangkan melalui aktivitas koperasi, yakni human capital, social capital, physical capital, dan financial capital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap business performance and well-being (kinerja usaha dan kesejahteraan anggota).
“Peran koperasi dalam pemberdayaan anggota tidak hanya dapat dilihat dari akses finansial. Penguatan kapasitas manusia, jejaring sosial, dukungan terhadap aset fisik usaha dan akses terhadap sumber daya keuangan menjadi bagian yang saling berkaitan dalam mendukung perkembangan usaha dan kesejahteraan anggota,” tegas Risa.
Dalam kesimpulannya, peneliti menyatakan bahwa hasil tersebut mendukung potensi koperasi sebagai mitra bagi perusahaan dalam menjalankan program CSR. Penelitian juga menekankan pentingnya tata kelola yang baik sebagai prasyarat bagi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. (Dje)





