hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Berita  

PGN Saka dan LPPM UNNES Berkolaborasi Wujudkan Ketahanan Pangan di Tambakrejo, Semarang

Peluang, Jakarta – Sebagai upaya konkret penyediaan sumber pangan alternative di Kota Semarang, maka Saka Energi Muriah Limited (SEML) selaku anak perusahaan PGN Saka, afiliasi dari PGN Subholding Gas Pertamina, berkolaborasi dengan LPPM Universitas Negeri Semarang (UNNES) dan Pemkot Semarang. Kerjasama tersebut demi mewujudkan ketahanan pangan melalui pengembangan urban farming dengan memanfaatkan bantaran Kali Tenggang di Kelurahan Tambakrejo, Kota Semarang.

Salah satu rangkaian kolaborasi ini dilakukan dengan penyerahan tanaman serai secara simbolis oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Hernowo Budi Luhur kepada Lurah Tambakrejo Sukiswo pada Jumat (3/3) lalu.

Melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) SEML bersama LPPM UNNES turut melakukan pelatihan pembuatan pupuk, pendampingan program serta memfasilitasi infrastruktur penunjang urban farming berupa kolam lele, penataan taman dan green house yang dikelola oleh Kelompok Tani Tambakrejo. Sedangkan Pemkot Semarang melalui PPL Dinas Pertanian memberikan fasilitasi bibit hingga pendampingan untuk pembibitan sayuran. Perwakilan SKK Migas pun turut menghadirinya. 

Stakeholders Relations Manager SEML Erry Affandi menyampaikan, apresiasi terhadap semua pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan urban farming di Taman Pancasila sekaligus menjelaskan bahwa melalui program PPM menjadi bentuk peran aktif perusahaan dalam membangun bangsa.  

“SEML selalu berkolaborasi dengan aktor-aktor lokal agar program yang dijalankan tidak tumpang tindih, saling mengisi dan melengkapi satu sama lain,” ujar Erry dalam keterangannya, Selasa (4/4/2023).

Hal senada juga disampaikan oleh Perwakilan SKK Migas Jabanusa Dimas Pear mengatakan, mengenai kolaborasi yang dilakukan semoga dapat terus memberi manfaat terhadap masyarakat atas hadirnya perusahaan dalam bentuk program PPM yang dijalankan selama ini.

Menurutnya, kolaborasi dalam memanfaatkan lahan kosong di bantaran sungai menjadi lahan pertanian urban farming dapat membantu masyarakat menyediakan sumber pangan alternatif, meskipun dalam skala kecil.

“Alih-alih menjadi bangunan kumuh, lahan bantaran kali dapat menjadi lahan sumber pangan sekaligus sarana silaturahmi masyarakat. Kerjasama ini semoga dapat pemenuhan sumber pangan alternatif bagi masyarakat Tambakrejo,” jelas Dimas.

Sedangkan, Perwakilan LPPM UNNES Nana Kariada menambahkan, bahwa implementasi kolaborasi pentahelix yang dilakukan di Taman Pancasila, Kelurahan Tambakrejo dapat membantu meningkatkan keberhasilan program urban farming.

“Semua pihak mengambil peran masing-masing, baik private sektor, perguruan tinggi, pemerintah, masyarakat, dan media,” tutur Nana.

Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Hernowo Budi Luhur menyambut positif kolaborasi yang dilakukan mewujudkan ketahanan pangan masyarakat perkotaan yang secara langsung dapat membantu menekan angka inflasi di Kota Semarang.

“Dengan adanya sumber-sumber pangan alternatif seperti ini, jadi tidak ada panic buying di masyarakat sehingga dapat menekan angka inflasi,” ujar Hernowo.

Menurutnya, kolaborasi ini dapat mendukung serta mensukseskan program pemerintah dalam penyediaan pangan alternatif untuk menekan inflasi.

Sejak awal tahun 2023 Pemerintah Kota Semarang mengusung inovasi serta merilis program penyediaan pangan alternatif bagi masyarakat seperti Food Startup Challenge, Urban Farming Corner, Rumah Gizi Pelangi Nusantara, dan Sekolah Berkebun. Program yang telah dicanangkan melalui RKP 2023 ini diikuti berbagai instansi pemerintahan hingga sekolah negeri di seluruh Kota Semarang. (alb)

pasang iklan di sini
octa vaganza
Translate