
Ihwal pemecatan petinggi mendadak ‘tanpa alasan yang memuaskan publik’ terjadi di mana-mana. Di lingkup domestik, rezim Merah Putih baru saja me-reshuffle 5 menteri/menko, 5 wamen dan Kapolri. Ini reshuffle ke-7 dalam 2 tahun minus 19 hari.
Purbaya Yudhi Sadewa jadi Menkeu 371 hari. Dilantik 8 September 2025 diberhentikan Senin, 14 September 2026 sore. Jauh lebih pendek dari masa jabatan Presiden BJ Habibie yang 512 hari (21 Mei 1998–20 Oktober 1999), yang pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR ‘TK’ (skor 355 vs. 322).
Tragisnya, Purbaya dipecat via ponsel, disampaikan Mensetnek Prasetyo Hadi. Ia sedang raker dengan Komite IV DPD di kantor DPR RI membahas RUU APBN 2027 dan menyoal 40 perusahaan pabrik baja asal Cina dan permainan cash-basis oknum Pajak dengan potensi Rp4-5 triliun/tahun tak masuk ke kas negara. Tak sampai 2 jam, Prabowo melantik Menkeu baru. Ini jenis pemecatan kategori barbar. Lebih dari sekadar nihil adab.
Praktik di pemerintahan—BUMN, dan organisasi besar—mestinya taat prinsip dasar: pecat jabatannya, jaga martabat orangnya, toh tujuan pemecatan menghentikan fungsi. Agar serius beradab, sebelum diumumkan, pastikan alasannya legal dan terukur; bicara empat mata lebih dahulu; lalu tawarkan opsi terhormat: mengundurkan diri atau diberhentikan.
Saat pengumuman, sampaikan kepada yang bersangkutan dulu, baru ke publik. Jeda minimal beberapa jam; Gunakan bahasa institusional, bukan personal; sertakan ucapan terima kasih atas kontribusinya. Bukan basa-basi, ini untuk menjaga stabilitas institusi dan anak buahnya yang masih di dalam. Setelah pemecatan, jika dia bicara jelek setelah dipecat, institusi jangan terpancing. Tidak perlu perang opini; Lindungi tim yang ditinggalkan.
Di ranah politik internasional, PM Shinzo Abe (2014) pecat sekaligus Menteri Ekonomi Yuko Obuchi dan Menteri Kehakiman Midori Matsushima. Di Jepang, standar etik pejabat sangat tinggi, pemecatan bisa terjadi karena hal yang di negara lain dianggap sepele. Jack Ma (Cina) ‘hilang’ dari jabatan (2020-2021) setelah pidato mengkritik regulator keuangan Cina, Jack Ma mundur dari berbagai jabatan di Alibaba Group. Tidak ada surat pemecatan resmi, tapi semua jadwal publiknya sebagai Presiden Hupan University dibatalkan selama 3 bulan.
PM Kevin Rudd (Australia) digulingkan partainya sendiri (Partai Buruh) dalam voting internal tengah malam tanpa alasan kebijakan yang jelas, 2010. PM Boris Johnson (Inggris) pecat 21 Anggota Parlemen Senior partai sendiri, 2019. Pemecatan ini legal secara partai tapi dianggap brutal karena tanpa peringatan. Pesiden AS, Donald Trump, pecat James Comey, Direktur FBI, 2017. Steve Whitkoff/Andrew McCabe, Wakil Direktur FBI (2018) Andrew McCabe dipecat 26 jam sebelum masuk masa pensiun.
Alasan resmi untuk itu selalu singkat/normatif: “kehilangan kepercayaan”, “restrukturisasi”, “atas pertimbangan pimpinan”. Dalih sebenarnya terkuak belakangan dari memo, wawancara, atau buku. Polanya stereotipe demikian. Lalu publik sibuk bertikai menebak-nebak udang jenis apa di balik rempeyek.●





