dokter keuangan
dokter keuangan
octa vaganza

Nyonya Meneer Pailit, Gobel Selamatkan

PRODUSEN jamu legendaris Nyonya Meneer didera pailit. Mungkin ‘lelah’ karena berdiri sejak 1919.Untungnya, perusahaan historikal itu tak tamat. Skenario penyelamatan datang dalam tempo singkat. Rachmat Gobel segera bertemu dengan Presiden Direktur Nyonya Meneer, Charles Saerang, 9/8. Keduanya bersahabat dan telah lama saling kenal.

Hasilnya, “Saya akan bantu Pak Charles Saerang. Nyonya Meneer harus diselamatkan.Saya tidak ingin pakai istilah pengambilalihan atau akuisisi. Istilah penyelamatan Nyonya Meneer saya rasa lebih tepat,” ujar RG. Ia menyelamatkan total kewajiban yang harus dibayar untuk menghindarkan Nyonya Meneer dari kepailitan.Nilainya Rp50 miliar. Dengan karyawan telah pula disepakati menyangkut hak-hak yang akan dibayarkan secara bertahap jika terjadi PHK.

Hebatnya, RG justru ingin tetap melibatkan keluarga pendiri dalam mengelola perusahaan. Aspek produksi akan jadi prioritaspembenahan. Modernisasi sistem produksi jamu menggunakan teknologi Jepang siap diaplikasikan. Di negeri itu, katanya, banyak perusahaan yang tetap bertahan dalam usianya lebih dari 500 tahun.

Secara industrial, produkjamu dan obat tradisional memiliki prospek yang sangat besar. Ini seiring dengan tren di dunia yang cenderung menyukai produk berbasis herbal, yang tidak memiliki efeksamping dalam pengobatan, seperti halnya obat kimiawi.Masalahnya, “Seringkali industri jamu diperlakukan seperti industri farmasi dalam sertifikasi BPOM. Keduanya masih disamakan, itu yang sebenarnya memperberat industri jamu berkembang. Proses sertifi kasinya perlu disederhanakan,” ujarMenteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Berdasarkan keputusan pengadilan 2015, nilai total utang Nyonya Meneer mencapai Rp198,4 miliar. Kreditor dengan piutang paling besar yang harus dipenuhi antara lain Bank Papua yang mencapai Rp68 miliar, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Semarang Rp20,8 miliar, dan kewajiban terhadap karyawan (koperasi) sekitar Rp10 miliar.●