Peluang, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani menekankan, bahwa sektor Usaha Mikro kecil dan Menengah (UMKM) menjadi aktor penting dalam perekonomian di kawasan Asia Tenggara.
Menurut dia, berkembangnya ekonomi digital, khususnya dalam sektor keuangan, turut membuka jalan bagi para pelaku UMKM, para pelaku usaha, juga masyarakat miskin dan terpinggirkan untuk mendapatkan akses terhadap produk keuangan formal.
“Maka dari itu, Indonesia selaku pemangku Keketuaan ASEAN tahun ini berkomitmen untuk terus memperkuat inklusi keuangan ASEAN, khususnya pada sektor keuangan digital. Kita tetap optimis membangun ASEAN menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dunia,” terang Menkeu Sri Mulyani dalam keterangannya, Senin (17/4/2023).
Disamping itu,lanjut dia, Asia Tenggara yang merupakan kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital sangat pesat. Beberapa unicorn telah lahir di wilayah Asia Tenggara bahkan nilai valuasinya melonjak dari tahun ke tahun. Sebut saja di Indonesia ada Tokopedia, Gojek, Grab, serta Shopee sudah menguasai hampir seluruh pangsa pasar Asia Tenggara. Iklim startup digital ini secara langsung berdampak pada laju ekonomi di Asia Tenggara.
“Maraknya bisnis e-commerce yang memudahkan kita untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari turut menopang berkembangnya ekonomi digital di Asia Tenggara. Pada akhir tahun 2022 lalu, ekonomi digital Asia Tenggara bahkan mencapai Gross Merchandise Value (GMV) sebesar 200 miliar US Dollar, 3 tahun lebih cepat dari proyeksi awal,” jelas Sri.
Selain itu, Menkeu menambahkan bahwa ekonomi digital juga berkontribusi menciptakan 160.000 pekerjaan langsung dan 30 juta pekerjaan tidak langsung, serta menyumbang 5%-10% PDB kawasan Asia Tenggara pada tahun 2022. (alb)





