
PeluangNews, Jakarta – Sebanyak 25 pebisnis dan investor dari Sadudhyama Business Council (SBC) Uni Emirat Arab (UEA) datang ke Jakarta untuk menjajaki kemitraan dengan pengusaha lokal, mulai dari sektor properti, konstruksi, material, hingga teknologi informasi (IT).
Untuk memperkuat peluang tersebut, Kerukunan Usahawan Kecil dan Menengah Indonesia (KUKMI) berencana membuka kantor perwakilan di Dubai, sementara SBC akan membuka kantor perwakilan di Jakarta.
Kehadiran kedua kantor ini diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku usaha Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA) untuk memperluas jaringan, menjajaki investasi, serta mengembangkan perdagangan lintas negara.
Peluang kolaborasi tersebut dibahas dalam acara temu bisnis yang mempertemukan delegasi SBC dengan KUKMI dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta di Jakarta, Jumat (16/10/2026), dibuka oleh Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Luar Negeri KADIN DKI Jakarta Aldi Imam Wibowo.
Ketua Umum KUKMI Yudianto Tri mengatakan, kehadiran puluhan pebisnis dan investor tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan pelaku usaha kedua negara sekaligus membuka akses pasar internasional, khususnya bagi usaha kecil dan menengah (UKM).

“KUKMI akan memiliki kantor perwakilan di Dubai. Demikian juga, SBC akan memiliki kantor perwakilan di Jakarta. Kita mulai dari situ untuk menjadi jembatan bagi seluruh usaha kecil menengah untuk melakukan bisnis di antara kedua negara,” kata Yudianto, ditemui peluangnews usai acara.
Menurut dia, pembukaan kantor perwakilan menjadi salah satu prioritas untuk membangun hubungan bisnis yang lebih terstruktur. Dengan adanya perwakilan di masing-masing wilayah, pengusaha diharapkan lebih mudah mencari mitra, mengidentifikasi peluang investasi, dan menindaklanjuti potensi kerja sama.
Properti hingga Teknologi Informasi Jadi Bidikan
Wakil Ketua Koordinator II Bidang Ekonomi dan Investasi Kadin DKI Jakarta, Mahir Yahya Bayasut, mengungkapkan sejumlah sektor yang berpotensi dikembangkan melalui kolaborasi bisnis tersebut.
Sektor-sektor itu meliputi properti, material, konstruksi, teknologi informasi, suvenir dan hadiah, serta material plastik. Berbagai bidang usaha tersebut dinilai membuka peluang bagi pengusaha Jakarta untuk menjajaki kemitraan dengan pebisnis internasional.
“Banyak sektor bisnis, seperti properti, material, konstruksi, perusahaan IT, serta suvenir dan material plastik. Ke depan, sektor-sektor ini perlu kita intensifkan dan ekspansikan agar pengusaha Kadin DKI Jakarta bisa memiliki jejaring di luar negeri, baik di Dubai, India, maupun negara lainnya,” ungkap Mahir.

Ia menilai, perluasan jejaring internasional dapat membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk mengembangkan pasar sekaligus memperkenalkan produk dan layanan mereka kepada calon mitra di luar negeri.
Bagi UKM, peluang tersebut juga dapat menjadi pintu masuk untuk menjangkau mitra bisnis dan investor yang selama ini sulit diakses secara langsung. Dukungan organisasi pengusaha dinilai penting untuk mempertemukan kebutuhan pasar, membangun komunikasi, dan mendorong penjajakan kemitraan yang lebih konkret.
Melalui inisiatif ini, KUKMI, SBC, dan Kadin DKI Jakarta berupaya mendorong agar pertemuan antarpengusaha tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi berlanjut menjadi kerja sama nyata.
Rencana pembukaan kantor perwakilan di Dubai dan Jakarta menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat konektivitas bisnis kedua negara.
Keberhasilan inisiatif ini akan bergantung pada tindak lanjut berupa kemitraan usaha, investasi, dan transaksi perdagangan yang memberikan manfaat bagi pengusaha Indonesia maupun mitra internasionalnya.







