hayed consulting
hayed consulting
lpdb koperasi
Energi  

Kenaikan BBM Nonsubsidi Akibatkan Pengendara Beralih ke Pertalite

kenaikan BBM
Pengendara motor antre Pertalite di sebuah SPBU akibat kenaikan Pertamax | Dok. Ist

PeluangNews, Jakarta – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mengejutkan pengendara kendaraan bermotor.

Akibatkan kenaikan itu banyak pengendara yang semula akan mengisi Pertamax akhirnya beralih ke Pertalite.

“Semakin berat aja nih beban hidup, BBM mahal untuk hemat anggaran terpaksa pakai Pertalite. Padahal selama ini motor saya selalu isi Pertamax. Sekarang mau ga mau menyesuaikan ,” kata Abrar, 24, instruktur nge-gym di Depok, Rabu (10/5/2026) pagi.

Sebagaimana diketahui, tadi malam, PT Pertamina resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamaku menjadi Rp16.250 per liter.
Di SPBU Pertamina Pejompongan, Jakarta Pusat, misalnya, harga Pertamax naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Meski terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan, pengendara masih ada yang menggunakan Pertamax karena menyesuaikan dengan kebutuhan dan spesifikasi mesin kendaraan mereka.

Terkait kenaikan itu, PT Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan BBM.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth Marcelino Verieza Dumatubun mengharapkan, masyarakat perlu menyesuaikan penggunaan energi sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing.

“Kami mengimbau masyarakat bisa memilah dan memilih, mari lakukan gerakan bijak menggunakan energi, itu bisa diterapkan di seluruh lapisan masyarakat,” kata Roberth saat ditemui di Badung, Bali, Rabu (10/6/2026).

Roberth mengingatkan, masyarakat pengguna BBM nonsubsidi tidak perlu khawatir dengan penyesuaian harga tersebut.

Menurut dia, BBM nonsubsidi memiliki kualitas yang lebih baik karena memiliki research octane number (RON) lebih tinggi dibandingkan BBM subsidi.

BBM nonsubsidi juga disebut memiliki kualitas yang lebih ramah lingkungan. “Artinya untuk masyarakat yang mampu, diimbau untuk menggunakan yang nonsubsidi dengan tentunya RON yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik,” kata Roberth.

Dia menjelaskan BBM subsidi seharusnya digunakan oleh kelompok masyarakat yang lebih membutuhkan.

BBM subsidi diperuntukkan bagi kendaraan layanan umum, kendaraan roda dua, serta kendaraan yang digunakan masyarakat menengah ke bawah.

“Kita memberikan kesempatan bagi mereka yang lebih berhak menggunakan BBM bersubsidi supaya kemudian tidak berkurang alokasinya atau hak-haknya,” ujar Roberth.

Dia menambahkan, penggunaan BBM nonsubsidi oleh masyarakat mampu dapat membantu menjaga alokasi BBM subsidi tetap tepat sasaran.

“Supaya mereka tetap bisa beraktivitas, tetap bisa bekerja menggunakan BBM bersubsidi, tidak terambil dari masyarakat yang notabene lebih mampu supaya mereka yang lebih mampu ini menggunakan BBM non-subsidi,” ujar Roberth.

Berdasarkan daftar harga BBM ritel nonsubsidi di SPBU per 10 Juni 2026, harga Pertamax atau RON 92 naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

Harga Pertamax Green 95 atau RON 95 juga naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamax Turbo atau RON 98 tetap Rp20.750 per liter. Harga Dexlite atau CN 51 tetap Rp23.000 per liter, sedangkan Pertamina Dex atau CN 53 tetap Rp24.800 per liter.

Sedangkan harga BBM subsidi tidak mengalami perubahan. Harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar tetap Rp6.800 per liter. []

pasang iklan di sini
octa vaganza