Koperasi Konsumen Kana menyambut baik kesempatan untuk memahami lebih dekat kebutuhan pasar Korea Selatan sekaligus membuka peluang kerja sama berkelanjutan.

Kementerian Koperasi mendorong akses pasar koperasi nasional ke pasar global. Salah satunya memfasilitasi Koperasi Konsumen Kana mengikuti business matching dengan pelaku usaha dan importir Korea Selatan dalam acara Smart Factory INNOBIZ Korea di COEX, Seoul pertengahan Mei 2026.
Pertemuan antara Kopmen Kana dan importir Korea dalam ajang tersebut membahas sejumlah hal, mulai dari potensi produk, kebutuhan pasar, standar mutu, kesiapan suplai, skema pengiriman, hingga peluang kerja sama jangka panjang.
Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi, Henra Saragih, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah untuk membawa koperasi Indonesia naik kelas.
Menurut Henra, koperasi perlu lebih sering mengikuti forum bisnis internasional agar memahami kebutuhan pasar global dan membangun jejaring bisnis serta berkomunikasi langsung dengan calon pembeli.
“Melalui business matching ini, kami ingin mendorong koperasi agar lebih siap masuk ke pasar ekspor. Koperasi Konsumen Kana memiliki peluang untuk memperluas jaringan dagang dan memperkenalkan produk Indonesia kepada importir Korea Selatan,” ujar Henra.
Dalam rangkaian kegiatan itu, Kementerian Koperasi mendorong agar agenda transformasi industri tidak hanya menyasar pelaku usaha besar tetapi juga perlu melibatkan koperasi. Kemenkop menilai Kopmen Kana merupakan salah satu koperasi yang menerapkan tata kelola usaha secara lebih modern dan potensial untuk bersaing di pasar global.
Ketua Koperasi Konsumen Kana, Jonathan Danang Wardhana, biasa disapa Danang, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pertemuan ini memberi kesempatan bagi Kana untuk memahami lebih dekat kebutuhan pasar Korea Selatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih terarah.
“Kesempatan ini menjadi langkah penting bagi kami untuk memperluas pasar, meningkatkan kualitas produk dan layanan bisnis, serta membangun kerja sama dagang yang berkelanjutan dengan importir Korea Selatan,” ujar Danang.
Kementerian Koperasi berharap kegiatan business matching ini dapat menghasilkan tindak lanjut konkret yang dapat berupa komunikasi dagang lanjutan, pengiriman sampel produk dan penyesuaian standar mutu. Bahkan hingga penjajakan kontrak ekspor dengan importir Korea Selatan. (Dje)





